HomeSosial Budaya

Rumah Digusur Karena Proyek Jalan Tol, 125 KK Warga Kendal Menginap Di Kantor DPRD

Rumah Digusur Karena Proyek Jalan Tol, 125 KK Warga Kendal Menginap Di Kantor DPRD

KENDAL, SUARADEWAN.com — Sebanyak 125 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah terpaksa menginap di gedung DPRD setempat, (27/4). Mereka adalah pemilik dari 140 bidang baik rumah maupun sawah yang telah dieksekusi dan berasal dari delapan desa yang ada di wilayah Kabupaten Kendal untuk proyek jalan Tol Semarang- Batang.

Mereka menginap dengan membuat tenda di halaman kantor DPRD Kendal karena rumahnya dieksekusi setelah tidak mau menerima uang ganti yang sudah dititipkan di Pengadilan Negeri Kendal.

Menurut Sodikin, salah satu warga yang rumahnya terkena dampak pembangunan jalan tol, dirinya bersama warga lain terpaksa menginap di halaman kantor DPRD karena tidak mempunyai tempat tinggal.

Baca Juga:  Ikut KTT Beijing, Indonesia Raih Banyak Keuntungan

Sebab, rumahnya sudah digusur menggunakan alat berat setelah ia tidak mau mengambil uang ganti di PN Kendal. “Saya belum mau menerima uang ganti. Sebab, tanah dan rumah saya dihargai murah,” kata Sodikin.

Sementara itu menurut Kartiko selaku koordinator warga mengatakan terkait permasalahan yang dialami warga yang terkena proyek Jalan Tol Semarang-Batang dari delapan desa di Kabupaten Kendal ini, sebelumnya sudah disampaikan kepada bupati maupun para wakil rakyat. Namun permasalahan ini tidak direspon dengan sungguh-sungguh.

“Kami pernah dua kali menyurati Bupati Kendal dan tigakali melayangkan surat kepada wakil rakyat. Namun hanya diterima tetapi tidakada tindaklanjutnya,” tegas Kartiko.

Saat ini, lanjutnya, warga menempati area parker gedung DPRD Kabupaten Kendal dengan membuat tenda darurat dan ada yang memanfaatkan garasi di gedung wakil rakyat tersebut.

Baca Juga:  4 Tahun Jokowi-JK, Infrastruktur dan Percaya Diri Indonesia

Warga berniat bertahan di gedung DPRD ini sampai dengan ada upaya serius dari pihak terkait untuk mencarikan solusi bagi WTP ini.

“Sebenarnya warga minta dilakukan ukur ulang, dengan disaksikan yang punya tanah atau rumah,” tegasnya.

Sekretaris DPRD Kabupaten Kendal, Siti Hindun mengaku meski pimpinan DPRD sedang tidak ada di tempat, tetapi warga diperbolehkan membuat tenda penginapan di halaman gedung DPRD Kendal.

“Kami mengizinkan, karena Ketua DPRD Kendal, Prapto Utono telah menghubungi WTP boleh menginap di rumah Wakil Rakyat ini,” ungkapnya. (RK)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0