HomeEkonomi

RUPS Memanas; Petinggi Blue Bird Khawatir di “Munir”kan Direksinya

RUPS Memanas; Petinggi Blue Bird Khawatir di “Munir”kan Direksinya

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Kekhawatiran ini diungkapkan salah seorang petinggi PT BLUE BIRD TAXI yang juga pemegang saham 21 % lebih pada perusahaan taksi tersebut, Mintarsih A. Latief, kemarin (12/05) kepada wartawan di Jakarta. Mintarsih mengaku mendapat intimidasi sejak sebelum RUPS PT Blue Bird Taxi pada tanggal 11 Mei 2015 berlangsung hingga selesai.

Intimidasi sudah dilakukan keluarga pemegang saham armada taksi yang dipimpin Purnomo Prawiro tersebut mulai dari mendatangkan puluhan Brimob berseragam dan bersenjata serta belasan petugas keamanan internal. Bayangkan seorang mantan Direktur dan pemegang saham, hanya dapat mengikuti RUPS setelah identitasnya diperiksa di setiap lantai gedung Blue Bird Taxi setiap jamnya. Ironisnya, pemeriksaan berlebihan yang diikuti pemeriksaan beberapa serial sidik jari kanan dan kiri tersebut diawasi aparat kepolisian. Mintarsih mengaku miris dengan kelakuan adik kandungnya, Purnomo Prawiro yang menggunakan pengaruhnya terhadap kepolisian ini.

Mintarsih menambahkan, yang paling mengerikan adalah ketika dia harus masuk ruang tertutup dan gelap untuk dilakukan pemeriksaan diri. Wanita yang sudah lanjut usia ini merasa di teror, namun tidak dapat berbuat apa-apa. Sempat terbayang di pikiran Mintarsih, bahwa dia bisa saja berpulang dengan nama karena saat pemeriksaan dirinya tidak boleh mengajak pendamping. Bahkan saat RUPS dirinya tidak boleh meminum Obat dan air minum yang dibawanya karena disita oleh aparat keamanan saat hendak memasuki ruang rapat.

Baca Juga:  Peluncuran Buku Spirit of Emak-Emak 'Kisah Wanita Super Demi Ekonomi Keluarga'

Mintarsih menambahkan, dengan mendatangkan puluhan polisi tersebut terkesan jelas bila Direksi PT BLUE BIRD TAXI pimpinan Purnomo cs hendak mengintimidasi pemegang saham lain yang tidak ingin sahamnya beralih ke Purnomo cs. Jadi bisa dibayangkan ketakutan yang sangat dialami Mintarsih A. Latief karena harus menghadapi puluhan Brimob Bersenjata yang seakan siap menghantam dirinya kapanpun Purnomo memberikan komando. Mintarsih menilai, Purnomo sepertinya sudah membohongi Kepolisian sehingga pimpinan POlri mau menurunkan puluhan Polisi hanya untuk menjaga RUPS PT BLUE BIRD TAXI yang akan dihadiri Mintarsih yang memiliki pandangan berbeda dengan Purnomo Prawiro. Mintarsih merasa diperlakukan seperti Teroris karena harus ditekan sedemikian rupa. Bahkan Mintarsih merasa hidupnya bisa saja berakhir seperti almarhum Munir karena saat itu dia hanya seorang diri harus menghadapi puluhan petugas keamanan dan polisi bersenjata dan pemegang saham lain yang dikomandoi Purnomo Prawiro.

Baca Juga:  Peluncuran Buku Spirit of Emak-Emak 'Kisah Wanita Super Demi Ekonomi Keluarga'

Sementara soal RUPS, Mintarsih berkeyakinan cara cara yang diambil Purnomo Prawiro ini jelas merusak dunia bisnis. Bagaimana tidak, dengan membuat aturan aturan yang hanya disepakati pihaknya sendiri, Purnomo telah merampas saham milik pemegang saham yang lain dengan mudah.

Mintarsih mengungkapkan, PT Blue Bird Taxi berdiri sejak tahun 1971, namun sampai saat ini belum sanggup membayar gaji Direksi, Komisaris maupun dividen. Anehnya malah akan memperbesar usahanya dengan mencekik modal dari para pemegang saham PT Blue Bird Taxi bukan dari pinjaman bank. dan bagi yang tidak sanggup menambah dana penambahan modal maka sahamnya akan diambil.

Bagi Mintarsih, cara dzalim Purnomo ini harus disikapi serius masyarakat. Karena Mintarsih yang notabene kakak kandungnya sendiri saja dihabisi sedemikian rupa oleh Purnomo, bagaimana dengan masyarakat yang kemarin turut membeli saham PT BLUE BIRD (tanpa kata TAXI) di bursa saham beberapa waktu lalu? (YP)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0