HomeDPR RI

RUU Terorisme Rampung Oktober Nanti

RUU Terorisme Rampung Oktober Nanti

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Panitia Khusus Rancangan Undang-Undang Anti terorisme menargetkan aturan tersebut akan selesai pada  Oktober tahun ini. Menurut anggota Pansus RUU Anti terorisme, Bobby Adhityo Rizaldi dari 115 Daftar Inventarisasi Masalah (DIM), Pansus sudah menyelesaikan sekitar 70.

“Ekspektasi kita diselesaikan dalam dua kali masa sidang lagi, kira-kira Oktober,” sebut Bobby.

Sekitar 50 DIM, sebut Bobby merupakan pasal-pasal kontroversial dan masih diperdebatkan hingga kini. Dirinya mengakui, kendala yang selama ini dihadai  parlemen untuk mengesahkan Revisi UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme salah satunya karena pasal tersebut masih kontroversial.

Selain itu, masalah lainnya adalah adalah karena RUU Antiterorisme perlu penyelarasn dengan beleid terdahulu yang menyinggung terorisme seperti UU TNI, UU Intelijen, Perpres BNPT, UU Perlindungan Saksi dan Korban, dan UU Sistem Peradilan Anak.

Baca Juga:  Inilah Kendala Pemberantasan Terorisme Di Indonesia Menurut Kapolri

“Pasal-pasal pemidanaan dalam RUU Antiterorisme harusnya juga mengacu kepada KUHP. Tapi, KUHP-nya belum diputuskan,”pungkasnya.

Sementara itu, secara terpisah, Wakil Ketua Pansus revisi Undang-Undang Tindak Pidana Terorisme, Hanafi Rais mengatakan draft yang diajukan oleh pemerintah, menyebut TNI menjadi salah satu aparat yang akan dilibatkan dalam pemberantasan ataupun penanggulangan terorisme.

“Presiden memberikan instruksi melalui tim yang menyusun draft tersebut untuk melibatkan TNI dalam pemberantasan terorisme. Tentu ini akan kita bahas di dalam pembahasan UU itu, bagaiman memberikan proporsi yang tepat terkait peran TNI dalam pemberantasan dan penanggulangan terorisme,” ungkapnya.

Baca Juga:  Diduga teroris Densus 88 Anti Teror Geledah Rumah Bambang Eko Prasetyo

Hanafi mengakui bahwa dirinya setuju jika semua elemen TNI nantinya akan dilibatkan dalam pemberantasan terorisme. Pasalnya, kata Hanafi, melihat anatomi terorisme saat ini, bentuknya bisa berubah-ubah.

“(Terorisme) bisa sekadar menganggu ketertiban nasional yang Polri akan menanganinya. Tapi juga di sisi lain, terorisme bisa seperti di Malawi, Philipina Selatan yang bisa mengancam kedaulatan dan pertahanan negara, nah di situlah TNI harus masuk,” kata Hanafi.

Hanafi menyebut, sejauh ini, pembahasan di DPR, 60 persen materi RUU Terorisme sudah selesai dibahas. Dan rencananya akan rampung tahun 2017 ini. (dd)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: