Saatnya Merajut Kedamaian Negeri

JAKARTA, SUARADEWAN.COM – Tokoh Muda Intelektual Nahdlatul Ulama (NU) Zuhari Misrawi mengatakan saat ini Nadhlatul Ulama hanya ingin merajut kedamaian negeri, PB NU dengan semagat komintmennya ingin menjaga 4 pilar kenegaraan. 

“Oleh karenanya semua pihak harus menahan diri. Pintu demokrasi yang damai harus melihat dari pengalaman di DKI, yg awalnya sangat panas tapi endingnya sangat damai,” ungkap  Zuhairi Misrawi dalam diskusi Publik Indonesia Democracy Network, D Hotel, Jakarta, Sabtu (17/2). 

Oleh karena itu, kata Misrawi aksi super damai 212 perlu diapresiasi, seluruh elemen bangsa harus menciptakan kesejukan. Sehingga isu kedatangan Habib Rizieq  Shihab (HRS) harusnya disambut dengan damai. Selayaknya dengan cara Ahok dan Pendukungnya ketika menghadapi proses hukum.

Baca Juga:  Gugus Tugas Memanggil Para Patriot

“Saya pribadi setuju HRS harus meniru Ahok, tanpa memobilisasi massa tanpa harus melakukan kekisruhan. Jadi tidak ada perbedaan dalam negara hukum, semua pihak harus menjadi hukum sebagai panglima tanpa ada perbedaan,” pungkasnya.

Lanjut Misrawi, “Indonesia ini sedang dilihat dunia, tentang kedamaiannya, tentang kerukunannya. Bahkan Presiden kita melakukan telah pidato yg paling kongret tentang bagaimana mendukung kemerdekaan palestina, jika di mata dunia Indonesia begitu sejuk, maka di Indonesia harus menjaga itu di dalam negeri indonesia,” tambahnya.

Baca Juga:  Aksi Long March 112 Diganti Jadi Kegiatan Keagamaan

“Kuncinya adalah kita permudah saja kasus hukum HRS, jgn bikin kegaduhan. Jika memang fakta hukum mengatakannya bersalah, kita harus terima. Sebagaimana pendukung Ahok menerima Ahok di nyatakan bersalah. Menurut saya HRS harus legowo pulanglah menghadapi hukum,” pungkasnya (af)

Tinggalkan Balasan

banner 728x90