HomeDaerahMaluku-Papua

Sahrin Hamid, SH Ingatkan 3 Hal Dalam Agenda Pembukaan Kotak Suara Pilkada

Sahrin Hamid, SH Ingatkan 3 Hal Dalam Agenda Pembukaan Kotak Suara Pilkada

HALUT, SUARADEWAN.com – Hari ini, Sabtu 1 September 2018 bertempat di KPU akan dilakukan Pembukaan Kotak Suara, guna mengambil dokumen yang akan dijadikan sebagai bukti pada sidang lanjutan dengan agenda pembuktian di Mahkamah Konstitusi, pada hari Rabu, tanggal 5 September 2018.

Sahrin Hamid, yang juga Ketua Tim Relawan AGK YA menyampaikan ada 3 Hal yang harus menjadi perhatian pada saat pembukaan kotak.

Yang pertama, Pihak-pihak harus hadir. Yakni, Pihak KPU, Bawaslu, Saksi-saksi pasangan Calon, dan tentunya Pihak Kepolisian sebagai penjaga keamanan. Dan untuk menjamin transparansi dan keterbukaan informasi publik, maka Pihak media juga diperkenankan untuk meliput proses pembukaan hingga selesai, dan juga diperkenankan untuk dilakukan siaran langsung oleh media atau Pihak lainnya, agar publik juga dapat memantau secara langsung melalui media sosial.

Baca Juga:  Buya Syafii Maarif Ditunjuk Sebagai Dewan Etik MK Gantikan Gus Sholah

Yang kedua, Ada kesepakatan Berita Acara, terkait acara pembukaan kotak dari awal hingga akhir. Pihak KPU harus mengawali proses pembukaan kotak melalui proses pengambilan keputusan bersama Para Peserta Pilkada yang dalam hal ini diwakili oleh Para Saksi Paslon. Agar sebelum dimulainya pembukaan kotak, maka disepekati bersama ACARA PEMBUKAAN KOTAK, yang di dalamnya mengatur, tata cara, objek dan jumlah kotak yang dibuka, hingga tahapan penandatanganan BERITA ACARA PEMBUKAAN KOTAK. Hal ini harus dilakukan oleh Pihak KPU, karna perintah MK atas permohonan pemohon guna terangnya perkara yang sedang diadili.

Ketiga, Penandatanganan BERITA ACARA. ini dilakukan sebagai bukti bahwa proses pembukaan kotak dilakukan sudah sesuai dengan ACARA PEMBUKAAN KOTAK yang disepakati bersama, dan penandatanganan oleh Para Pihak juga menjadi legitimasi bahwa Hasil pembukaan kotak sudah sesuai dan diterima oleh Para Pihak. Dan segala dokumen pembuktian sudah siap untuk diserahkan di hadapan sidang. Dan berita acara yang telah ditandatangani oleh semua Pihak, wajib diserahkan juga kepada Para Saksi, sebagai pegangan dan alat konfirmasi pada saat sidang tanggal 5 September nanti.

Baca Juga:  ICW: RKUHP Seperti Pasal Zombie

“Ketiga hal ini wajib dilakukan, agar tidak ada lagi masalah di belakang hari, sekaligus dengan 3 point di atas, maka apa yang menjadi permintaan Majelis Hakim di MK menjadi terpenuhi. Karna proses yang transparan dan berintegritas ini juga menjadi bagian dari upaya Babari mewujudkan demokrasi yang bermartabat”, Demikian disampaikan oleh Koin atau Sahrin Hamid, SH. (mm)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0