HomeHukum dan HAM

Sebut Ada Dana Beli Aparat, Rizieq Dilaporkan ke Bareskrim Polri

Sebut Ada Dana Beli Aparat, Rizieq Dilaporkan ke Bareskrim Polri

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Tim relawan pendukung paslon nomor urut 2 Basuki Tjahja Purnama-Djarot Saiful Hidayat melaporkan Rizieq Shihab ke Badan Reserse Kriminal Polri atas dugaan tindakan provokasi dan SARA.

Tindakan tersebut dilakukan melalui media sosial serta melanggar Pasal 28 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Hal ini diketahui melalui video ceramah Rizieq di Surabaya beberapa waktu lalu yang diunggah di Youtube. Dalam ceramahnya, Rizieq mengatakan soal adanya dana untuk membeli aparat keamanan yang dimanfaatkan untuk keberlangsungan Pilkada.

“Di situ (ceramah Rizieq) dikatakan bahwa dana itu digunakan untuk membeli aparat seperti TNI dan Polri,” kata salah satu kuasa hukum relawan BaDja Suhardi saat memberi keterangan di Bareskrim Polri Cabang KPP, Senin 17 April 2017.

Baca Juga:  Usut Chat Mesum, Polisi Terbitkan Surat Perintah Penangkapan Rizieq Shihab

Menurutnya, hal ini jelas menjadi salah satu yang dipermasalahkan oleh Tim Relawan BaDja sebab perkataan Rizieq tersebut tak berdasar. Apalagi diakui bahwa sejak putaran pertama hingga jelang putaran kedua mendatang, pasangan Ahok-Djarot tidak pernah melibatkan diri dengan konglomerat.

“Memang dalam kampanye ada perolehan dana yang bersumber dari masyarakat tapi bukan pribadi dan itu ditentukan oleh KPU DKI,” imbuhnya.

Dalam ceramahnya, Rizieq menyinggung bahwa kampanye paslon Ahok-Djarot dibentengi oleh sembilan orang konglomerat yang dinamakan Sembilan Naga.

Baca Juga:  Rizieq Shihab Terus Berkeliaran di Timur Tengah, Kapolda: Nikmati Saja Dulu Jalan-jalannya

Sembilan Naga adalah para pengusaha keturunan Tionghoa yang kaya raya dan memiliki pengaruh besar dalam kebijakan politik di Indonesia. Para konglomerat inilah, menurut Rizieq, sebagai peluncur dana triliunan untuk memenangkan pasangan calon petahana.

Hal tersebut pun juga dibantah. Rizieq dituding mengada-ada dalam perkataannya.

“Jadi kalau didukung oleh konglomerat itu sangat mengada-ada dan tak benar,” pungkasnya.

Saat ini, laporan terhadap Rizieq sudah diterima dengan nomor LP/398/IV/2017/BARESKRIM. Sebagai barang bukti, dalam laporan tersebut juga disertakan satu buah flashdisk yang berisi video ceramah Rizieq yang didapat melalui situs Youtube. (ms)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: