Seharusnya Pimpinan KPK Tidak Temui Amien Rais

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Rencana Amien Rais untuk menemui pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), untuk menjelaskan perihal penerimaan uang sebesar Rp 600 juta, yang diperoleh dari praktik langsung korupsi alat kesehatan mantan menteri kesehatan era Siti Fadilah Supari dinilai tidak perlu.

Hal itu disampaikan oleh pengamat politik dari ResPublica Political Institute (RPI) Sa’duddin Sabilurrasad, di Jakarta.

“Sebaiknya pimpinan KPK tidak menemui Amien Rais, hal ini agar pimpinan KPK tetap bisa menjaga integritas dan kepercayaan publik terhadap institusi KPK” katanya, pada (2/6).

Seraya dengan itu, Sa’duddin Sabilurrasad juga menilai jika pimpinan KPK tetap menemui Amien Rais, maka pimpinan KPK telah cacat secara etika.

Baca Juga:  Kasus Ahmad Dhani Dilimpahkan Ke Kejaksaan

“Secara etika akan salah jika pimpinan KPK menemui orang yang sedang berperkara. Pimpinan KPK bisa dituding tidak netral dan tidak objektif” tukasnya.

Lebih lanjut, Sa’duddin juga menilai sebagai sesepuh bangsa dan tokoh reformasi, sebaiknya Amien Rais mampu memberikan tauladan yang baik dengan mengembalikan uang sebesar Rp 600 juta tersebut dan lebih kooperatif dengan KPK.

“Fokus saja dengan kasusnya. Tidak usah bermain gimmick bahwa ia akan melaporkan dua tokoh besar bangsa yang juga korupsi tapi tidak dihukum. Itu urusan KPK, bukan urusan Pak Amien Rais” imbuhnya.

Baca Juga:  Supres Revisi UU KPK Terbit, Ketua KPK: Gerakan Antikorupsi dalam Kondisi Mengkhawatirkan

Selain itu, pemuda yang juga aktif menyuarakan kebebasan beragama dan berkeyakinan tersebut, merasa prihatin dengan kasus yang menimpa tokoh reformasi tersebut.

“Sebenarnya waktu reformasi 98, semangat gerakan mahasiswa itu justru untuk menghapus bapak-bapakan yang feodal itu. Kita dulu kritik gelar Bapak Pembangunan yang disematkan ke Soeharto, tapi kemudian Amien Rais jatuh ke kubangan yang Sama dengan mendaku diri sebagai Bapak Reformasi. Mudah-mudahan, dengan kasus ini Pak Amien bisa memberi tauladan, tidak menjadi Jarkoni (ngajari uwong, tapi ora ngelakoni)” tandasnya. (fn)

Tinggalkan Balasan

banner 728x90