HomeHukum dan HAM

Sejumlah Tokoh Bantah Ada Kriminalisasi Ulama

Sejumlah Tokoh Bantah Ada Kriminalisasi Ulama

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Penetapan tersangka pentolan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab atas kasus pornografi dinilai oleh pihak Rizieq sebagai upaya mengkriminalisasi ulama. Menanggapi hal itu, sejumlah tokoh nasional ikut menanggapinya.

Menurut ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kyai Ma’ruf Amin, kasus yang menjerat Rizieq adalah persoalan hukum. Penetapan tersangkanya sudah melalui proses hukum yang berlaku.

Sehingga ia berharap agar masyarakat ataupun pihak Rizieg tidak menyerat status hukum Rizieq ke urusan ulama.

Sementara itu, ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siraj merasa heran dengan istilah kriminalisasi ulama terhadap Rizieq. Ia menjelaskan bahwa, ulama mewakili kelompok bukan perorangan. Sehingga menjadi hal yang ganjil jika menuduh arapat penegak hukum telah mengkriminalisasi ulama.

Baca Juga:  Polri Keluarkan Blue Notice untuk Rizieq Shihab

“Ulama itu kelompok, plural, jamak. Kata ulama itu bahasa Arab, kalau satu orang namanya alim bela saya. Tapi kalau ulama berarti membela organisasi, organisasi ulama NU, Muhammadiyah.’” tegasnya.

Menurut Said Aqil, tidak ada kriminalasasi ulama dalam kasus pornografi yang saat ini menjerat Rizieq. jika ada, seperti yang dituduhkan oleh pihak Rizieq, Said Aqil menantang untuk menunjukkan letak kriminalisasinya.

“Ulama mana? Yang mana? Nahdlatul Ulama nggak merasa dibela dan nggak perlu dibela, nggak ada. Tidak ada ulama dibela. Tidak ada kriminalisasi ulama. Ulama itu NU dan Muhammadiyah. Ada nggak ulama NU, Muhammadiyah yang dibela?” Sebutnya.

Baca Juga:  Kasus Chat Mesum, Polisi Akan Pertemukan Rizieq dan Firza

Senada dengan Said Aqil, Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsudin juga tidak menemukan adanya indikasi kriminalisasi terhadap ulama. Ia menyebut, istilah tersebut salah kaprah.

Hingga kini, Rizieq enggan kembali ke Indonesia pasca dirinyanya ditetapkan sebagai tersangka kasus pornografi bersama Firza Husein.

Rizieq memilih menetap di Arab Saudi daripada memilih pulang untuk menjalani prosese hukumny. Rizieq menilai penegak hukum telah melakukan rekayasa atas kasusnya atau dalam istilahnya sendiri, kriminalisasi ulama. (dd)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: