HomeKorupsi

Sempat Kecolongan, KPK Resmi Umumkan Idrus Marham Sebagai Tersangka

Sempat Kecolongan, KPK Resmi Umumkan Idrus Marham Sebagai Tersangka

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Mantan Menteri Sosial Idrus Marham (IM) sebagai tersangka kasus suap proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-1.

Penetapan Idrus setelah adanya pengembangan penanganan perkara dan ditemukannya sejumlah fakta baru dan bukti permulaan yang cukup berupa keterangan saksi, surat dan petunjuk sehingga dilakukan penyidikan baru sejak Selasa (21/8).

Pengumuman penetapan tersangka ini disampaikan oleh Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan dalam keterangan pers kepada media saat Konferensi Pers terkait kasus suap proyek pembangunan PLTU Riau-1 di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (24/8) malam.

Idrus Marham diduga bersama sama dengan tersangka EMS (Eni Maulani Saragih) Anggota Komisi VII DPR RI diduga telah menerima hadiah atau janji dari JBK (Johanes Budi Kotjo) Pemegang Saham BNR (Blackgold Natural Resources Limited)

Sebelumnya, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengaku kecolongan dengan pengakuan Idrus Marham, ihwal keterlibatannya dalam kasus korupsi proyek pembangunan PLTU Riau-1. Menurut Agus, seharusnya Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan yang berencana mengumumkan langsung soal status hukum Idrus.

Baca Juga:  Menteri Kesehatan Era SBY Divonis Empat Tahun Penjara

“Jadi begini, yang itu kami sebenarnya kedahuluan, jadi nanti sebenarnya Ibu Basaria akan ada konfrensi pers,” kata Agus di Gedung KPK Jakarta, Jumat (24/8)

Bahkan, sambung Agus, sebenarnya rencana pengumuman tersebut baru akan dilakukan dalam waktu dekat. “Kami sebenarnya merencanakannya belum hari ini, tapi kok sudah beredar di luar seperti itu. Oleh karena itu kami akan rundingan lagi,” ujarnya.

Menteri Sosial Idrus Marham menyampaikan surat pengunduran diri sebagai Menteri Sosial kepada Presiden Joko Widodo di Jakarta, Jumat (24/8). Pengunduran diri merupakan bentuk tanggung jawab moralnya sebagai menteri.

Keputusan Idrus untuk mengundurkan diri ini terkait dengan keterlibatannya dalam kasus korupsi proyek pembangunan PLTU Riau I. “Yang pertama saya tadi menyampaikan bahwa sebagai bentuk pertanggungjawaban moral saya, maka saya mengajukan permohonan pengunduran diri sebagai mensos kepada bapak Presiden dengan beberapa pertimbangan,” kata Idrus Marham di Kompleks Istana Presiden, Jakarta.

Baca Juga:  KPK Tangkap Tangan Bupati Banggai Laut

Idrus menjelaskan, salah satu pertimbangan dirinya mengundurkan diri yakni untuk menjaga kehormatan Presiden. Selain itu, ia berharap dengan keputusannya ini, kasus yang menjeratnya tak lagi menjadi beban bagi Presiden dalam menjalankan tugas pemerintahan.

“Agar tidak menjadi beban bagi Presiden dan sekaligus yang mengganggu konsentrasi bapak Presiden dalam mengganggu tugas sehari-hari yang tidak ringan,” jelasnya.

Selain Idrus, kasus korupsi proyek pembangunan PLTU Riau I ini juga melibatkan Dirut PLN Sofyan Basir, wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih, dan bos Blackgold Natural Resources Limited Johannes Budisutrisno Kotjo.

Sebelum resmi dinyatakan sebagai tersangka, Idrus Marham terlebih dahulu mengakui keterlibatannya dalam kasus ini dan mengundurkan diri dari jabatan Menteri Sosial dan digantikan oleh Agung Gumiwang. (rep)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: