HomeSkandalKontroversi

Sidang Ahok; Dari Penistaan dan Penodaan Agama ke Penghinaan Agama

Sidang Ahok; Dari Penistaan dan Penodaan Agama ke Penghinaan Agama

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah membacakan tuntutan dalam sidang lanjutan dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama, di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (20/4/2017). JPU menilai terdakwa terbukti memenuhi rumusan-rumusan unsur pidana dalam Pasal 156 KUHP.

JPU menuntut Ahok dengan hukuman pidana penjara selama 1 tahun dengan masa percobaan 2 tahun kepada Ahok. Dengan demikian, jika Ahok dinyatakan bersalah, maka ia tidak perlu masuk penjara.

Ketua Tim JPU, Ali Mukartono membacakan tuntutan tuntutan dalam sidang lanjutan dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama, Jakarta, Kamis (20/4/2017)

Dengan tuntutan JPU yang menyatakan bahwa Ahok terbukti memenuhi rumusan-rumusan unsur pidana dalam Pasal 156 KUHP, maka JPU tidak menuntut Ahok dengan Pasal penistaan agama, melainkan penghinaan agama.

Hal tersebut berbeda dengan tuntutan JPU terhadap terdakwa kasus penistaan agama, seperti kasus yang dialami 41 orang dari Lembaga Pelayanan Mahasiswa Indonesia (LPMI) pada tahun 2006, kasus Lia Aminuddin alias Lia Eden tahun 2006, kasus Rusgiani pada tahun 2012, dan kasus yang menjerat Ahmad Musadeq alias Abdussalam yang divonis pada Maret 2017.

Dalam konteks ini, Ahok sudah terlepas dari jerat Pasal 156 huruf a KUHP yang selama ini dijadikan jaksa untuk menuntut terdakwa kasus penistaan agama. JPU hanya menyatakan perbuatan Ahok terbukti memenuhi rumusan-rumusan unsur pidana dalam Pasal 156 KUHP dan menuntut Gubernur DKI Jakarta ini dengan hukuman pidana penjara selama 1 tahun dengan masa percobaan 2 tahun kepada Ahok.

Perjalanan Panjang Sidang dugaan penodaan agama yang bergeser menjadi sidang penghinaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menyita banyak perhatian masyarakat luas. Berikut kami sampaikan catatan-catatan penting perjalanan sidang kasus ini.

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: