HomeDPR RI

Sindir Menteri Susi, Cak Imin Dinilai Asal Bicara

Sindir Menteri Susi, Cak Imin Dinilai Asal Bicara

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menyindir sejumlah kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Sindiran tersebut terkait dengan penggunaan cantrang oleh nelayan tradisional.

Menurut Muhaimin yang akrab disapa Cak Imin ini, kebijakan Menteri Susi tersebut justru merugikan nelayan sehingga berdampak negatif pada hasil tangkapan nelayan di kawasan Pantura.

“Saya sendiri yang akan mengawal dan menyampaikan kepada Presiden bahwa peraturan menteri buatan Bu Susi itu harus dicabut,” kata Cak Imin, Rabu (26/4/2017).

Ia pun mendesak agar seluruh menteri yang berasal dari PKB agar menyampaikan usulan pencabutan kebijakan tersebut kepada Presiden.

“Saya perintahkan seluruh menteri asal PKB yang untuk menyampaikan langsung nasib nelayan Pantura kepada Presiden.

Baca Juga:  Sambut Penyelenggaraan Sail Tomini 2015; Menteri Susi Ditunjuk Sebagai Ketua Panitia

Semua anggota legislatif asal PKB pun diminta melakukan hal yang sama untuk mengawal keinginan nelayan Pantura hingga tuntas.

“Kita dukung pemerintah jaga lingkungan, tapi perut keluarga nelayan harus nomor satu dipikirkan,” tegasnya.

Mengetahui hal itu, Menteri Susi pun menilai sindiran Cak Imin tersebut tak lebih omongan belaka alias asal bicara.

“Pak Muhaimin harusnya mengetahui dulu tentang alat tangkap cantrang itu apa,” ujar Susi memberi tanggapannya.

Menteri Susi juga menyayangkan karena Cak Imin tak solusi lebih lanjut untuk menggunakan alat tangkap lainnya. Apalagi, tambahnya, sejak awal dirinya memimpin Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Susi mengaku sudah melakukan perundingan banyak dengan para pemilik cantrang sebelum akhirnya mengeluarkan kebijakan pelarangan tersebut.

Baca Juga:  Susi Pudjiastuti, Kartini Era Modern

“Yang kedua, tahu sejarahnya. Sejak awal saya di KKP dan perundingan-perundingan dengan para pemilik cantrang sampai dengan Ombudsman turun tangan,” ujar kembali.

Kalau Pak Muhaimin sayang bangsa dan masa depan para nelayan, lanjut Menteri Susi, mestinya beliau seharusnya segera menyarankan pakai atau ganti alat tangkap yang lain.

“Dan segera ke wilayah tangkap timur dan barat, ikannya banyak dan akan lebih untuk daripada ambil ikan rucah. Itu pemimpin rakyat atau wakil rakyat yang benar,” sambungnya menegaskan. (ms)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: