Sistem Informasi KPU yang Tertutup Tanda Kecurangan Verifikasi

SUARADEWAN.com – Airlangga Julio, kuasa hukum dari AMAR Law Firm & Public Interest Law Office, mengatakan bahwa tujuannya melayangkan somasi adalah agar pihak-pihak terkait menghentikan kecurangan, intimidasi dan segala bentuk ancaman.

Julio meminta KPU agar menghentikan segala bentuk manipulasi data dalam verifikasi faktual partai peserta Pemilu.

Ia juga menghimbau agar KPU menindaklanjuti setiap aduan yang diterima.

“Agar KPU Provinsi dan KPU Pusat melakukan investigasi internal terkait dugaan tindak pidana pemilu, dugaan pelanggaran kode etik, dan dugaan maladministrasi atau dugaan tindak pidana lainnya yang diduga dilakukan oleh KPU Pusat maupun KPU Provinsi,” himbau Julio.

Sebelumnya, Ketua Forum Informasi dan Komunikasi Organisasi Non Pemerintah (FIK Ornop) Samsang Syamsir juga menyampaikan dugaan kecurangan serupa.

Samsang mengatakan KPU tidak transparan. Data-data yang dikumpulkan dalam Sistem Informasi Partai (Sipol) bersifat tertutup sehingga berpotensi untuk dilakukan kecurangan verifikasi.

“Ini semakin menimbulkan banyak keresahan di kita dan spekulasi yang bermunculan.

Bisa saja ada partai yang memenuhi syarat tapi tidak diloloskan dan sebaliknya. Kami anggap selain data tertutup, proses juga tertutup,” kata Samsang dalam wawancara virtual (11/12/2022).***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90