HomeDaerahNusa Tenggara

Siswi SMP Rote Timur Hamil Digagahi Paman Sendiri, Kades dan Polisi Malah Fasilitasi Perdamaian

Siswi SMP Rote Timur Hamil Digagahi Paman Sendiri, Kades dan Polisi Malah Fasilitasi Perdamaian

ROTE NDAO, SUARADEWAN.com — Pelajaran bagi orang tua agar memperhatikan anak gadisnya yang beranjak remaja. Jika tidak ingin kejadian seperti yang menimpa Melati (14) -bukan nama sebenarnya- siswi SMP di Rote Timur.

Melati, hamil 5 bulan akibat perbuatan amoral seorang pria beristri dan satu anak, DD (30), warga Desa Pukuafu Kecamatan Landu Leko. Atas perbuatannya tersebut DD telah dilaporkan ke pihak berwajib karena menolak bertanggungjawab atas perbuatannya.

Setelah mendapat laporan dan memintakan visum, polisi langsung mengamankan DD untuk dilanjutkan proses penyidikan, tetapi belum lama ini pelaku dikeluarkan atas permintaan keluarga dan diduga Pelaku membayar denda,

Baca Juga:  Eks Camat Rote Selatan Joni Manafe Bantah Terima 'Pemberian' dari Kades Daleholu

Kegiatan penyelesaian kasus tersebut terjadi di kediaman MS di Desa Oeledo Pantai Baru. Dengan pertimbangan istri Pelaku dengan korban punya mama bersaudara kandung, sehingga dilaksanakan denda.

“Acara denda itu dihadiri Kepala Desa Oeledo, Kepala Desa Pukuafu dan Kepala Desa Matasio, serta anggota Polsek Rote Timur (Rotim),” demikian diungkapkan Sumber yang enggan disebutkan namanya, kepada wartawan, Selasa 6 Juli 2021.

Kisah pilu yang dialami Melati, berawal saat melati bersekolah di SMP 2 dan tinggal di kediaman DD sekitar Mei 2019 lalu.

Akibat perbuatannya DD semestinya kini mendekam di sel tahanan polsek Rotim. Karena yang bersangkutan melangar UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Baca Juga:  Belum Setahun Kelar Diperbaiki, Bendungan Olakayo di Rote Ndao Kembali Rusak

Terpisah Kapolsek Rote Timur Iptu Daniel Bessie saat dikonfirmasi wartawan, selasa 6 Juli 2021 mengakui adanya kasus tersebut, tetapi membantah telah dilakukan perdamaian yang dihadiri anggota Polsek Rote Timur dan ketiga kepala desa di kediaman Moses Sina di Desa Oeledo.

“Ia benar ada laporan kasus itu,, tapi ah ah ahh, kami masih proses,  Kk jgn kasi naik berita do, Kita punya jgn dulu kk, besok dtg ketemu kita dulu e,” kata dia melalui saluran seluler dan dilanjutkan dengan pesan Whatsapp, (7/7). (Dance henuk)

COMMENTS

WORDPRESS: 5
DISQUS: 0