Siti Nurbaya: Ini Prestasi Kementrian Lingkungan Hidup Sepanjang 2022

SUARADEWAN.com – Jelang dan sambut tahun baru 2023, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Siti Nurbaya mengumumkan berbagai prestasi apa saja yang sudah dilakukan kementriannya sepanjang tahun 2022.

Menurut Siti Nurbaya, tahun 2022 merupakan tahun penentuan dengan tantangan yang berat, salah satunya karena Indonesia yang masih dilanda pandemi Covid-19.

Menurutnya, tahun 2022 merupakan kunci. Selain soal Covid-19, juga soal pemulihan ekonomi nasional yang kini sedang masif dilakukan, yangmana KLHK juga diberi tugas untuk memulihkan ekonomi negara.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pun dilibatkan menjadi bagian inti untuk percepatan akselerasi pemulihan ekonomi nasional. Untuk itu KLHK melakukan penyerapan tenaga kerja, meningkatkan produksi dan ekspor hasil hutan dan jasa lingkungan, menjamin investasi yang ramah dan tidak melampaui ambang batas lingkungan, penurunan kesenjangan antar wilayah dan penguatan peran masyarakat dalam mengakses potensi sumber daya hutan dan lingkungan.

Selain itu, melalui program Indonesia’s FOLU Net Sink 2030, KLHK juga bertugasmendorong Indonesia untuk tercapainya tingkat emisi GRK sebesar -140 juta ton CO2e pada tahun 2030. Menurut Siti Nurbaya, komitmen itu dilaksanakan melalui pendekatan yang terstruktur dan sistematis.

Pelaksanaan program tersebut merupakan wujud nyata dari komitmen sektor kehutanan Indonesia,” ujar Siti dalam keterangan tertulis, Jumat (30/12).

“Tidak hanya untuk kepentingan nasional, tetapi juga untuk berkontribusi kepada masyarakat global menuju pemulihan hijau, sekaligus membangun ekonomi yang inklusif, tangguh dan berkelanjutan,” imbuhnya.

Siti melanjutkan pihaknya terus berupaya agar beberapa program yang telah dicanangkan bisa berjalan dengan baik dan dirasakan oleh masyarakat. Adapun program tersebut terdiri dari tindakan korektif dengan cara pengendalian kebakaran hutan dan lahan, perlindungan dan pemulihan lingkungan melalui persemaian modern, rehabilitasi hutan dan lahan, replikasi ekosistem, rehabilitasi mangrove, dan perlindungan sumber daya air.

Tak hanya itu, kegiatan circular economy dan pengendalian sampah, pengendalian limbah, penegakan hukum dan peningkatan kinerja korporat, reformasi struktural sektor lingkungan hidup dan kehutanan, pemberian akses sumberdaya hutan, keadilan alokasi, kelestarian, serta ketahanan pangan dan masyarakat, menyelaraskan arah kebijakan KLHK ke depan dengan mempertimbangkan konvensi internasional juga dilakukan.

“Lebih lanjut, untuk melihat ruang-ruang capaian lembaga politik eksekutif, kita lihat dari fungsi politiknya yaitu, ceremonial, decision making process, birokrasi, kritis, dan responsif. Dalam fungsi seremonial, kegiatan KLHK yang memberikan aksi nyata dan manffaat bagi masyarakat, kegiatan perhutanan sosial, pelepasliaran, bersama dalam aksi iklim secara global, perayaan Hari Lingkungan Hidup (HLH) ke 50 tahun,” ujarnya.

“Di tahun 2022 ini jelas, bersama mengelola sampah, bersama masyarakat untuk kesadaran akan upaya pengendalian pencemaran, pengakuan tentang hutan adat untuk pertama kali pada Desember 2016 dan terus dilanjutkan prosesnya sampai dengan sekarang dengan WILHA, dan lain-lain,” jelas Siti.

Pada tahun 2022, Indonesia juga menggelar G20 dan berpartisipasi dalam Conference of the Parties UNFCCC (COP 27). Dalam COP 27, Indonesia berpartisipasi dengan instrumen diplomasi iklim, yaitu FOLU Net sink 2030.

Dalam fungsi decision making, keputusan bidang LHK, disebut Siti tidak mudah karena berhadapan dengan konflik kepentingan akan penggunaan sumber daya hutan, aspek keberpihakan kebijakan, prinsip tata kelola yang dijaga, termasuk menjaga etik atas sumber daya alam atas iklim dan lain-lainnya.

Selain itu, FOLU Net Sink 2030 juga bisa dilihat sebagai langkah decision making yang dilakukan oleh KLHK. Di mana dalam kegiatan ini, Indonesia harus berada di posisi high ambition on climate action. Siti menyebutkan, FOLU Net Sink 2030 adalah salah satu keberanian yang Indonesia ambil untuk menghadapi tantangan iklim dan lingkungan kedepannya.

“Penetapan negative emission Indonesia dari sektor FOLU tahun 2030 adalah sebuah keberanian yang luar biasa namun realistik, karena kita telah belajar dari sangat banyak kesulitan sejak tahun 2014-2015 soal-soal kekuatan dan lingkungan kita bedah secara telaten. Kementerian ini bekerja keras dan semua pihak yang concern juga saya tahu kerja keras para tokoh prominent hingga kita bisa mencapai tingkat diplomasi sekarang,” papar Siti.

Sedangkan dalam fungsi politik, KLHK sedang berbenah dalam budaya kerjanya. Saat ini, KLHK berupaya mengikuti standar yang dibangun oleh pemerintah, standar wilayah bebas korupsi, komunikasi publik, pengembangan database, perilaku aparat, sampai pengawasan internal.

Dari fungsi krisis, KLHk mengikuti perkembangan situasi krisis yang terjadi di Indonesia. Selama masa pandemi, KLHK turut aktif menangani COVID-19 dengan membangun sistem ‘satu jaga satu’ dan sistem peduli lingkungan. KLHK pun menjaga pencemaran air dan menangani limbah medis.

Dalam fungsi responsif, KLHK menyediakan interaksi terbuka melalui media sosial. Interaksi itu masih terus dilanjutkan dengan satu koridor yaitu governance dan peraturan perundang-undangan RI.

“Highlight apa saja yang menjadi catatan penting di tahun 2022, kebakaran hutan tidak ada yang signifikan muncul secara nasional, deforestasi semakin menurun, pengendalian emisi GRK sektor kehutanan berlangsung dan sedang didorong terus pengendalian emisi sektor energi, industri dan sampah limbah dengan berbagai instrumen kebijakan yang ada, lintas sektor dan bersama para pihak,” beber Siti.

Ia melanjutkan masyarakat juga semakin sadar akan lingkungan hidup yang baik, sehingga kesadaran mengelola sampah dan pencemaran semakin meningkat. Penegak hukum ditahun ini juga telah membagun kesadaran bersama. Langkah ini menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga alam dan lingkungan di Indonesia.

Siti menambahkan diplomasi internasional juga terjalin dengan baik. Hal ini bisa dilihat dengan adanya interaksi dengan S, UK, Norway, Jerman, Korea, Belanda, Denmark. Berbagai kerja multilateral turut semakin baik dan kuat, hal itu tercermin dalam FAO, UNEP, UNDP, UNESCO dan lainnya.

“Catatan lain yang sangat penting dan ini dapat menjadi pijakan dasar ke depan, yaitu aktualisasi generasi muda pada pembangunan sektor lingkungan hidup dan kehutanan termasuk concern dan interest dalam sektor energi, hutan, dan lan-lain. Kita mengetahui dengan baik dan terus mengikuti geliat generasi muda, dalam proses evaluasi yang jelas mulai dari interest hingga aktualisasi dan semakin terlihat di G20. Ini menjadi catatan penting bagi perkembangan ke depan,” ujar Siti.

“Green Leadership di berbagai sektor yang pendidikannya dirintis oleh NGOs sangat dihargai dan pemerintah akan terus mendorong. Saya melihat dan merasakan dan berinteraksi dengan unsur-unsur generasi muda dan kita punya harapan besar,” tambahnya.

Pada tahun 2023, Siti mengatakan KLHK akan memantapkan kelembagaan pendanaan lingkungan hidup BPDLH, kelembagaan FOLU Net Sink 2030 dan mengaktualisasi sustainable forest management dan environmental governance.

“Dengan berbekal modal sosial yang kuat, saya optimis kita mampu melanjutkan kinerja positif pembangunan di tahun depan dengan pesan utamanya ‘Produktivitas Tapak Hutan dan Lingkungan Hidup untuk Transformasi Ekonomi Indonesia’,” pungkasnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90