oleh

Skandal Olimpiade; Marion Jones ‘from hero to zero’

SUARADEWAN.com — Setelah EURO 2020 dan Copa America berakhir, dunia olahraga akan kembali menjadi sorotan dengan adanya Olimpiade Tokyo 2020.

Sejatinya, Olimpiade Tokyo dijadwalkan berlangsung pada 24 Juli-9 Agustus 2020. Tapi pesta olahraga multicabang sedunia ini lantas terimbas pandemi COVID-19 sehingga ditunda.

Menurut jadwal, Olimpiade Tokyo baru bisa dihelat tahun ini pada tanggal 23 Juli-8 Agustus 2021. Nama resminya pun tak berubah, tetap Olimpiade 2020, sesuai kepentingan pemasaran dan branding.

Sebanyak 37 Cabang Olahraga dengan 339 Nomor akan dipertandingkan. Pada edisi kali ini, adal lima cabang baru yang dipertandingkan yaitu Bisbol/Sofbol, Karate, Panjat tebing, Selancar dan Skateboard.

Olimpiade, sejak pertama berlangsung di Athena, pada tahun 1896 hingga saat ini selalu dikemas dengan perhelatan yang megah. Meski begitu, ajang empat tahunan ini tak pernah lepas dari berbagai masalah dan skandal.

Mulai dari pengaturan skor, penilaian juri yang tidak adil, hingga kasus dopping yang selalu tercium keberadaanya. Seperti yang terjadi pada mantan atlet top Amerika Serikat, Marion Jones.

Baca Juga:  Dituduh Teroris, Sniper Militer Iran Guncang Olimpiade Tokyo

Perempuan kelahiran Los Angeles, 12 Oktober 1975, itu pernah menjadi ratu sejagat. Dengan wajah jelita dan tubuh atletis, dia pernah menghiasi sampul majalah tenar seperti Sports Illustrated, Time, hingga Vogue.

Bagaimana sebutan ratu sejagat tak melekat kepadanya. Dia merupakan peraih lima medali, tiga di antaranya emas di Olimpiade Sydney 2000.

Jones meraih medali emas 100 meter, 200 m dan 4×400 meter serta medali perak lompat jauh dan lari estafet 4×100 m.

Namun, sebuah kabar menggemparkan dunia. cCtranya sebagai ratu sejagat dengan cepat ternoda karena tuduhan penggunaan steroid.

Pada 2003, tuduhan itu diselidiki oleh penyelidikan federal yang melibatkan distribusi steroid ilegal oleh laboratorium bernama BALCO.

Jones sempat membantah klaim tersebut, tetapi pada tahun 2007 dia mengaku bersalah karena berbohong kepada penyidik tentang penggunaan narkoba dan mengaku telah menggunakan steroid.

Seketika, kisah hidupnya bak sebutan ‘from hero to zero’. Jones mengembalikan seluruh medalinya kepada Komite Olimpiade Internasional (IOC).

Baca Juga:  Sejarah! Filipina Rengkuh Medali Emas Perdananya di Ajang Olimpiade

Tak sampai di situ, Badan Antidoping Amerika Serikat (USADA) menjatuhkan sanksi dua tahun dan membatalkan semua catatan prestasi serta hadiah yang didapat Jones selepas 1 September 2000.

Lebih parah lagi, Jones dijatuhi hukuman penjara selama enam bulan. Ketika putusan hukumannya dibacakan, hari itu juga Jones menyatakan mundur dari dunia atletik.

Dia mulai menjalani hukumannya di Carswell pada 7 Maret 2008 dan dibebaskan pada 5 September 2008.

Melansir Sportcasting, kasus itu langsung merubah kehidupannya. Jones menjual harta-hartanya untuk menghadapi persidangan doping. Jones bahkan harus menjual seluruh propertinya untuk membayar pengacara.

Komentar

Berita Lainnya