Somasi Para Tokoh Nasional Untuk KPU 2024

SUARADEWAN.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menerima somasi pada 13/12/2022 untuk menghentikan praktik curang dalam verifikasi faktual partai politik calon peserta Pemilu 2024.

Somasi tersebut dituangkan dalam surat terbuka “Jangan Curang dan Pastikan Pemilu Berlangsung Tepat Waktu 2024”.

Dikutip dari sebuah laporan tertulis, jika dalam Pemilu terbukti ada kecurangan dalam proses verifikasi secara administrasi dan faktual, maka akan berakibat langsung dengan tiga macam kerugian.

Pertama, bangunan demokrasi dan ketatanegaraan akan rusak. Karena jika prosesnya curang, kekuasaan yang diperoleh bisa dipastikan akan digunakan dengan tidak seharusnya.

Kedua, sistem kepartaian akan rusak. Jika partai dikelola dengan curang dan tidak profesional, pendidikan politik rakyat juga akan rusak. Partai adalah tempat pendidikan bagi rakyat.

Ketiga, ketidakjujuran dalam verifikasi akan membuat pemilih merugi. Karena partai yang terverifikasi dengan cara curang dipastikan tidak patut dipilih dalam Pemilu.

Surat terbuka atau soasi tersebut kini didukung oleh setidaknya 35 tokoh nasional. Di antaranya mantan ketua MK, Busyro Muqoddas; mantan penyidik KPK, Novel Baswedan; pakar hukum tata negara, Feri Amsari; mantan ketua KPK, Abraham Samad; mantan dirjen Otonomi Daerah Kemendagri, Djohermansyah Djohan; hingga mantan komisioner KPU RI Hadar Nafis Gumay. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90