HomeDaerahJabodetabek

Sopir Angkot Tanah Abang Demo ke Balai Kota, Tolak Program Ok Otrip

Sopir Angkot Tanah Abang Demo ke Balai Kota, Tolak Program Ok Otrip

JAKARTA, SUARADEWAN.com–Para sopir Angkutan Kota (angkot) Tanah Abang akan menggelar aksi di Balai Kota DKI, siang ini. Mereka menolak program OK OTrip yang ditawarkan Pemprov DKI.

Sebagian sopir angkot M08 sudah mulai berkumpul di sekitar Jalan Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (22/2) pukul 12.30 WIB. Tampak 8 mobil angkot M08 jurusan Tanah Abang-Kota diparkirkan di pinggir jalan dekat Stasiun Tanah Abang.

Para sopir terlihat sedang menunggu rekan sopir M03 dan M10 yang juga akan ikut berdemo. Sambil menunggu, mereka menyiapkan sejumlah spanduk yang bertuliskan ‘Kami menolak program OK OTrip, ini hak kami, harga mati.

“Kami menolak program OK OTrip. Kami akan demo ke balai kota setelah zuhur. Kami sedang menunggu rekan kami sopir M03 dan M10 yang belum ngumpul,” tutur perwakilan sopir angkot M08, Leo Hariadi. Leo mengatakan program Ok Otrip yang ditolak adalah jarak tempuh 170 KM per hari. Sopir merasa terbebani dengan jarak tempuh itu.

Baca Juga:  Operator Ojek Online Bersedia Tak Menambah Armada di Bogor

“Kami menolak program OK Trip karena jarak tempuh yang ditawarkan itu 170 KM per hari. Itu jadi beban bagi kami,” ujarnya. Leo mengatakan seluruh supir M08, M03, M010 pesimistiz bisa menempuh jarak 170 KM per hari. Biasanya, rata-rata para sopir hanya mampu menempuh jarak 120 KM per hari.

Para sopir juga semakin pesimistis karena waktu bekerja dibagi menjadi dua shift. Dua shift itu dimulai sejak pukul 05.00 WIB-13.00 WIB dan 13.00 -22.00 WIB. “Biasanya kami hanya maksimal paling banyak rata-rata bisa menempuh 120 KM per hari dengan dua shift. Ini diminta 170 yang ada nanti kami malah nombok kan, ” ujar Leo.

Baca Juga:  Polri : Transportasi Online Harus Dikelola Untuk Kebaikan

“Hari ini pokoknya kami menolak program itu saja (170 KM). Karena kan dibagi dua shitt. 170 dibagi dua kalau yang shift bagi yang bisa menempuh setengahnya kan kasian yang shift berikutnya. Kan kami jadi nggak enakan, terus kami juga nggak boleh ngetem. Padahal, kami harus ngetem biar bisa menunggu penumpang kan,” tutur Ahmad. (af)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0