Sri Mulyani Kisahkan Upaya Indonesia Lampaui Middle Income

Sri Mulyani berpose bersama mahasiswa pascasarjana Harvard University, Amerika Serikat. (Foto: kemenkeu.go.id)

SUARADEWAN.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani menyambut para mahasiswa pascasarjana dari Harvard University, Amerika Serikat, di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa, 10 Januari 2023.

Kunjungan para mahasiswa tersebut dalam rangkaian studi Singapore-Indonesia Trek 2023.

Sri Mulyani dalam acara tersebut menyampaikan bagaimana Indonesia berupaya keluar dari lingkaran penghasilan menengah menuju penghasilan tinggi.

“Tidak ada negara yang berpenghasilan tinggi jika infrastrukturnya tertinggal.

Tantangan bagi kami adalah negara besar dengan geografis kepulauan. Kita harus memastikan konektivitas tidak hanya pada pulau besar tetapi juga pulau kecil.

Jadi dalam hal ini bicara infrastruktur tidak sesederhana membangun jalan tol saja. Kita harus berbicara tentang konektivitas masuk di dalamnya pelabuhan, bandara dan jaringan internet,” tutur Sri Mulyani.

Bagi Sri Mulyani, anggaran merupakan instrumen penting yang pengelolaannya dipengaruhi perkembangan teknologi digital dan media sosial.

Melalui media sosial dan teknologi digital, komunikasi yang baik dapat dijalin antara pemerintah dan masyarakat dalam pengelolaan anggaran dan kebijakan, sehingga masyarakat dapat semakin percaya karena ada transparansi dari pemerintah.

“Tentunya negara manapun yang ingin menjadi negara berpenghasilan tinggi harus mampu membangun sistem yang transparan dan akuntabel. Sehingga keyakinan dan kepercayaan itu ada, maka stabilitas itu ada.

Jadi ini semua yang saya sebut reformasi yang bukan hanya merancang kebijakan yang tepat, tetapi bagaimana dapat menjelaskan dan menyajikan kepada publik terutama efisiensi melalui penggunaan teknologi digital,” jelas Sri Mulyani.

Disiplin fiskal dan reformasi institusi secara struktural, termasuk pemberantasan korupsi, mempertinggi kinerja, menjadi lebih transparan dan akuntabel bukan hal mudah. Apalagi prosesnya sangat panjang. Meski demikian, ketiga hal tersebut sangat penting dilakukan.

“Untuk suatu negara, agar dapat berkinerja lebih baik, menghasilkan produktivitas yang lebih tinggi dan pertumbuhan yang lebih baik, Anda harus bekerja keras, mereformasi birokrasi Anda, memperbaiki infrastruktur Anda, meningkatkan sumber daya manusia Anda. Itulah yang kami lakukan dalam konteks tahun perjalanan ini,” lanjut Sri Mulyani

Kinerja Indonesia, seperti yang dituturkan Sri Mulyani dalam cara-cara di atas, berada dalam nilai yang realtif baik. Apalagi di tengah pandemi dan adanya ledakan komoditas di tengah resesi global dan geopolitik.

Sri Mulyani juga menuturkan bahwa departemennya selalu mengadakan reformasi. Antara lain reformasi dalam perpajakan, reformasi sektor keuangan, dan perbaikan kerja sama antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. .

“Ini adalah reformasi yang sedang berlangsung.

Dan sekali lagi, mereformasi semua infrastruktur, sumber daya manusia, lembaga, kebijakan, sistem demokrasi tidak selalu mudah.

Tetapi kami sedang melakukannya dan kami membuat kemajuan yang cukup baik dalam hal ini,” lanjut Sri Mulyani penuh keoptimisan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90