Sri Mulyani: Pondasi Jangka Menengah Perkuat Ekonomi 2023

Sri Mulyani katakan Indonesia akan bertahan karena pemerintah telah siapkan pondasi jangka menengah. (Foto: kemenkeu.go.id)

SUARADEWAN.com – Dua hal yang menjadi perhatian pemerintah setidaknya hingga setahun ke depan. Yakni inflasi dan defisit. Demikian yang dituturkan Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam sebuah wawancara di televisi pada 8 januari 2023.

Inflasi berdampak terutama pada volatil food atau bahan makanan.

Dalam mengatasi kenaikan harga pangan tersebut, pemerintah pusat bersinergi dengan daerah dalam penganggaran APBN.

Pada tahun 2022 lalu, dalam APBN terdapat dana sebesar 550 triliun untuk subsudi BBM, elpiji, dan listrik. Guyuran subsidi sebesar itu untuk melindungi masyarakat dan menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional.

“Jangan lupa bahwa APBN 2022 mengeluarkan lebih dari Rp 550 triliun untuk subsidi BBM, elpiji dan listrik. Ini menyebabkan kenapa harga administered yang di atur pemerintah nggak melonjak tinggi dibandingkan negara Eropa, Amerika atau negara lain yang BBM nya naiknya luar biasa selama tahun 2022,” tutur Sri Mulyani.

Dalam defisit, Indonesia pada tahun 2022 mengalami penurunan defisit hingga hanya 2,38%. Besaran ini lebih rendah daripada tahun sebelumnya.

Ciri positif dan posisi kuat Indonesia di mata dunia didapat dengan pertumbuhan ekonomi yang juga berpengaruh pada angka defisit yang menurun tersebut.

Selain itu, langkah reformasi Indonesia juga kuat karena didukung implementasi Undang-Undang (UU) Cipta Kerja, Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP), serta Undang-Undang tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

“Ini adalah membangun fondasi jangka menengah dari perekonomian Indonesia dan inilah yang menjadi cerita narasi positif dari ekonomi Indonesia. Covidnya dikerjakan atau dikelola dan di manage dengan baik, pemulihan ekonomi terjadi, APBN nya menjadi lebih sehat,” lanjut Sri Mulyani.

Sri Mulyani mengatakan pemerintah Indonesia optimis menghadapi arus perekonomian 2023. Namun, keoptimisan tersebut tetap dibarengi kewaspadaan karena masih terdapat banyak ketidakpastian di tengah resesi global.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90