Sri Mulyani Bantah Tudingan yang Menganggap Dirinya Hanya Bisa “Majakin” Rakyat

SUARADEWAN.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani Imdrawati membantah pandangan masyarakat yang menganggap dirinya tukang “majakin” rakyat.

“Sebagian masyarakat menganggap apa-apa dipajakin, bahkan pedagang bakso keliling dipajakin… ini pemahaman yang keliru,” tulisnya di instagramnya @smindrawati, Kamis (26/1/23).

Ia memaparkan bahwa pajak yang sudah menjadi kebijakan pemerintah kembali ke masyarakat, karena menggunakan prinsip gotong-royong.

“Sebagian masyarakat juga menganggap pajak tidak balik ke masyarakat. Padahal prinsip pajak itu gotong-royong dan berkeadilan. Yang kuat membantu, yang lemah dibantu agar sama-sama sejahtera,” katanya memberi penjelasan.

Tukang bakso keliling, kata Sri Mulyani, tidak kena pajak, tapi sebaliknya diberi banyak bantuan, misalnya gas LPG dan Program Keluarga Harapan (PKH). Sedangkan pengusaha bakso yang sudah punya sekian ruko bayar pajak.

Ia menilai bahwa selama ini sebagian masyarakat gagal paham soal penghitungan pajak. Bahkan Menteri Keuangan itu, saat ini pajak lebih rendah dari sebelumnya.

“Sebagian masyarakat juga salah paham mengenai cara menghitung pajak, seakan UMKM dikenakan pajak besar sekali. Padahal justru sekarang pajak yang dibebankan lebih kecil karena batas omzet UMKM yang tidak kena pajak sampai dengan Rp500 juta,” paparnya.

Kemudian ia meminta masyarakat untuk menonton video yang diunggah di instagramnya. Dalam video yang berdurasi dua menit kurang sebelas detik, Sri Mulyani menjelaskan cara perhitungan pajak yang benar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90