HomeKorupsi

Sudah Setahun Tersangka, RJ Lino Belum Ditahan, Ada Apa KPK?

Sudah Setahun Tersangka, RJ Lino Belum Ditahan, Ada Apa KPK?

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Mantan Direktur Utama PT Pelindo II Richard Joost Lino atau RJ Lino dan mantan Direktur Teknik Pelindo II Haryadi Budi Kuncoro (HBK) masih bisa menghirup udara bebas.

Padahal, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan keduanya sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan Quay Container Crane (QCC) 2010 dengan  kerugian negara mencapai Rp 32,6 miliar.

Keduanya ditetapkan sebagai tersangka sejak sejak 18 Desember 2015 lalu. Namun hingga kini belum ada penahanan yang dilakukan oleh KPK.  Bahkan penangangan kasus ini juga sangat lamban.

Sejak penetapan tersangka, KPK baru  kembli  memeriksa para saksi-saksi pada 5 Februari 2016 tahun lalu. Dan terakhir pemeriksaan saksi-saksi dilakukan pada 22 Februari 2017.

Lambannya penanganan kasus ini lantas memunculkan sejumlah pertanyaan. Desakan pun juga muncul dari Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu.

Dalam dalam siaran persnya pada  20 Maret 2017 lalu,  KPK didesak untuk untuk mengusut tuntas aktor-aktor pelaku dan pengambil keputusan korupsi pengadaan Crane di Pelindo II,termasuk segera menyidangkan RJ Lino sebagai tersangka.

Menurut KPK, penanganan kasus ini memang membutuhkan waktu lama lantaran masih melakukan koordinasi dengan aparat penegak hukum di Tiongkok.

“Memang butuh waktu untuk menangani kasus ini dan kami terus berkomunikasi dan koordinasi,” terang Juru Bicara KPK, Febri Diansyah.

Tersangka RJ Lino, terakhir dikabarkan melakukan pertemuan dengan Serikat Pekerja Koja terkait rental fee. RJ Lino kepada perwakilan Serikat Pekerja Koja seperti dikutip dari sebuah sumber yang diterima SuaraDewan.com, pada Selasa (4/4/17), mengarahkan para pekerja untuk mogok kerja jika tuntutan mereka tidak diberikan oleh perusahaan.

“setelah di ceritain duduk perkara beliau mendesak pekerja untuk menuntut hak-haknya pekerja” sebut pengurus  Serikat Pekerja Koja  yang tidak mau disebut namanya tersebut. (DD)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: