Sudahkah Temen-temen Tahu Pergantian Nama Gedung DPR?

SUARADEWAN.com – Sudahkah temen-temen tahu pergantian nama Gedung DPR?

Berdirinya masa reformasi segala sesuatu yang berhubungan dengan orde baru dicoba diredam di Indonesia. Salah satu mengganti nama-nama gedung yang semula dinamai menggunakan bahasa Sanskerta, dilakukan usulan perubahan untuk menyederhanakan nama-nama gedung MPR/DPR RI

Pada tanggal 14 Desember 1998 memutuskan penggantian nama gedung-gedung MPR/RI sebagai berikut:

1. Gedung Grahatama diubah menjadi Gedung Nusantara,

2. Lokawirasabha Tama menjadi Gedung Nusantara I

3. Grahanaga menjadi Gedung Nusantara II

Baca Juga:  Boy Rafli Canangkan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi di Lingkungan BNPT

4. Lokawirasabha menjadi Gedung Nusantara III

5. Pustaloka menjadi Gedung Nusantara V

6. Samania Sasangraha menjadi Gedung Sekretariat Jenderal DPR RI

7. Mekanik Graha menjadi Gedung Mekanik

8. Gedung Balai Kesehatan (tetap)

Awalnya, Gedung MPR/DPR RI dibangun untuk menyelenggarakan CONEFO (Conference of the New Emerging Forces). Saat itu, Conefo adalah wadah dari semua New Emerging Forces. Hal itu dimaksudkan sebagai suatu tandingan terhadap Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

Kemudian, Soekarno mengeluarkan tantangan untuk membangun Gedung Conefo dengan beberapa syarat yang boleh disebut dahsyat. Tujuannya, Soekarno ingin membangun gedung Conefo lebih megah dari markas besar PBB di New York.

Baca Juga:  DPR Setuju Anggaran Renovasi Gedung Kejaksaan Agung Rp350 Miliar

Hingga akhirnya, Gedung DPR sekarang menjadi cagar budaya pada 1993. Hal itu berdasarkan Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta No 475 Tahun 1993 tentang Penetapan Bangunan-Bangunan Bersejarah di DKI Jakarta sebagai Benda Cagar Budaya, pada nomor urut 66 telah ditetapkan Gedung DPR/MPR sebagai salah satu cagar budaya yang berada di Provinsi DKI Jakarta.***

Tinggalkan Balasan

banner 728x90