HomePolitik

Survei Charta Politika: Ahok-Djarot Masih Unggul

Survei Charta Politika: Ahok-Djarot Masih Unggul

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Lembaga Survei Charta Politika kembali rilis temuan surveinya pada Sabtu, 11 Februari 2017. Dalam temuannya, dibanding dengan temuan di bulan sebelumnya, pasangan Ahok-Djarot tampak masih menempati posisi puncak secara elektabilitas dari pasangan calon penantangnya.

Melalui survei dengan metode tatap muka dan menggunakan kuisioner terstruktur pada 764 responden di lima wilayah kota Jakarta ini, paslon nomor urut 2 Ahok-Djarot mengantongi 39% dukungan. Adapun paslon nomor 3 Anies-Sandi, berada di posisi kedua dengan perolehan 31,9%, dan diikuti oleh paslon nomor 1 Agus-Sylvi yang hanya mampu bertengger di posisi paling buncit dengan 21,3% perolehan suara.

Baca Juga:  "Ahok Show", Program Ahok Setelah Tak Menjabat Gubernur Lagi

“Sisanya sebanyak 7,8% responden menyatakan tidak tahu,” beber Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya di Kantor Charta Politika, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (11/2/2017).

Tapi untuk perorangan, Ahok dipilih oleh 343% responden. Diikuti oleh Anies (28,5%) dan Agus (19,0%) pada urutan selanjutnya.

Secara keseluruhan, masyarakat sudah mengenal baik nama-nama cagub-cawagub yang ada dengan tingkat popularitas di atas 70%. Nama-nama tersebut secara berurut adalah Basuki Tjahaja Purnama (95,9%), Djarot Saiful Hidayat (88,9%), Anies Rasyud Baswedan (88,0%), Agus Harimurti Yudhoyono (84,8%), Sandiaga Salahuddin Uno (83,2%) dan Sylviana Munri (78,0%).

Baca Juga:  Setelah Video 'Beragam itu Basuki', Prabowo Pastikan Anies-Sandi Rawat Keberagaman

Pada penelaian “Calon Gubernur Paling Dikenal”, Ahok berada di urutan teratas, dipilih oleh sekitar 48,8% responden, terpaut di atas Anies (27,1%) dan Agus (20,5%). Sementara Djarot dinilai sebagai “Calon Wakil Gubernur Paling Dikenal” (40,2%) di atas Sandi (31,3%) dan Sylvi (21,7%).

Survei yang diakui memiliki multistage random sampling dengan margin of error 3,5 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen ini mengajukan pertanyaan utama, yakni pasangan mana yang akan dipilih jika hari pencoblosan digelar pada saat dilakukannya survei. (ms)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0