oleh

Tak Ada Hubungan Diplomatik, Pengibaran Bendera Israel di Jayapura Dikecam

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Aksi pawai komunitas Sion Kids of Papua dengan mengibarkan bendera Israel memicu kecaman di kalangan politisi karena Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Kapolda Papua Irjen Boy Rafli Amar menegaskan bahwa polisi akan memintai keterangan pihak pengibar bendara berlambang David Star tersebut.

Pawai pengibaran bendera Israel dengan mobil dan jalan kaki itu berlangsung di Jayapura pada Senin 14 Mei 2018. Boy mengatakan, pelaku pawai tidak menyampaikan pemberitahuan kepada pihak kepolisian.

“Informasinya dari lapangan itu kegiatan dari Sion Kids of Papua. Saya akan mengambil keterangan dari penanggung jawab dari tokoh-tokoh itu. Saya dengar ada tokoh-tokoh dari DPR Papua di sana, ada ASN (Aparatur Sipil Negara). Mereka nanti kita panggil dulu,” kata Boy di Kantor Majelis Rakyat Papua (MRP), Jumat (18/5/2018).

Pawai itu diklaim pihak Sion Kids of Papua tidak berkaitan dengan politik, melainkan hanya aktivitas budaya.

“Ini bukan terkait politik. Namun hanya aktivitas budaya. Dari sisi sejarah Papua penyebaran agama Nasrani di wilayah ini ada keterkaitan dengan Israel dan itulah bedanya Papua dengan daerah lain,” kata Boy.

Baca Juga:  DPR: Aneksasi Israel Atas Tepi Barat Menambah Daftar Panjang Pelanggaran HAM di Palestina

Mendengar kabar tersebut, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid meradang. Dia mengkritik warga Papua yang membela negara Israel yang jelas-jelas menurutnya adalah negara teroris.

Bendera Israel berkibar di Papua. (Foto: Istimewa)

“Polisi kita sedang jadi target teroris, mestinya laku kibarkn bendera teroris israel harusnya tak dibiarkan,” kicau politikus PKS itu lewat akun @hnurwahid, Kamis (17/5).

Menambahkan, dirinya juga menjelaskan sikap NKRI terhadap Israel. Menurut penuturannya, sikap NKRI sangat jelas dalam tidak mengakui Israel baik dalam forum PBB maupun OKI.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fadli Zon menuntut polisi dan aparat keamanan menjelaskan peristiwa pengibaran bendera Israel di Jayapura, Papua. Keterangan dari polisi itu penting agar tidak menimbulkan interpretasi macam-macam.

“Saya melihat bahwa ini bisa memberikan satu intepretasi berbeda ya. Dan harus ada penjelasan dari pihak Kepolisian terkait pengibaran bendera Israel di Papua,” kata Fadli di kompleks Parlemen di Jakarta Pusat pada Jumat, 18 Mei 2018.

Dia mengingatkan, di Indonesia sekarang berkembang aspirasi luas dari masyarakat yang menentang pembukaan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem. Peristiwa itu dianggap sebagai bentuk dukungan Amerika menjadikan Yerusalem sebagai ibu kota Israel, padahal kota itu juga masih diklaim Palestina. Lalu muncul peristiwa pengibaran bendera Israel di Indonesia yang memicu persepsi dan reaksi lain.

Baca Juga:  Gonzalo Higuain Dukung Pembatalan Laga Argentina Vs Israel

Fadli menyarankan aparat keamanan menghentikan aktivitas pengibaran bendera bintang Daud itu di Papua. “Karena itu jelas dari negara Israel, yang bukan bendera dari tradisi melainkan bendera dari zionis Israel,” ujarnya.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini mengingatkan juga bahwa pernah ada kejadian penghalangan pengibaran bendera Islam. Kejadian di Papua, kalau dibiarkan, akan timbulkan asumsi diskriminasi.

“Ada di mana bendera yang dikibarkan umat Islam justru mendapat perlakukan berbeda, dihalang-halangi dan dilarang. Bahkan ada bendera Palestina juga sempat dikritisi, sementara bendera Israel justru diberi kebebasan. Jadi ada diskriminasi dalam penanganan ini,” katanya. (sd)

Komentar

Berita Lainnya