Tak Tanggung-tanggung Tawaran Dua Menteri untuk PKS, Mardani: Menjadi Oposisi Lebih Terhormat!

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Beredar isu tawaran dua menteri sekaligus untuk PKS dari pihak Istana. Hal itu dikatakan bertujuan untuk goyah rencana koalisi Partai NasDem, Demokrat dan PKS yang saat ini sedang menjalin komunikasi politik dengan sangat intens. Memang ketiga partai tersebut belum resmi bersepakat untuk berkoalisi. Tarik-ulur soal siapa cawapres yang akan menggandeng Anies diduga kuat sebagai alasan keputusan itu dinilai lambat.

Tawaran tersebut membuat kaget Internal Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Wakil Ketua Majelis Syura PKS, Sohibul Iman, menyebut partainya langsung menelusuri informasi ini.

Mengutip TEMPO.CO, rupanya, usulan ini datang dari seorang menteri yang ada di kabinet Jokowi. Adapun Menteri ini juga merupakan seorang Ketua Umum partai politik. “Kami telusuri info tersebut, ternyata itu usulan dari seorang menteri yang juga ketua umum sebuah partai kepada Jokowi,” kata Sohibul kepada Tempo, Sabtu, 5 November 2022.

Baca Juga:  Pilkada Rentan Saling Serang Isu Sara, Pengamat Politik: Etika Harus Dikedepankan

Konon, kata Sohibul, Jokowi senang dengan proposisi tersebut. Presiden menilai usulan menterinya out of the box. Kendati demikian, Sohibul menyebut tawaran ini belum sampai kepada PKS. “Jadi menteri tersebut usul kepada Jokowi agar memberikan 2 kursi menteri buat PKS. Tapi tawaran itu belum datang ke PKS,” kata dia.

Menanggapi hal itu, Iman menegaskan bahwa keputusan PKS menolak tawaran tersebut. Partai Keadilan Sejahtera (PKS), menurutnya, berkomitmen untuk tetap berada di luar pemerintahan sampai akhir kepemimpinan Jokowi.

“Ada atau tidak ada tawaran tersebut, sikap PKS jelas menolak karena sudah punya keputusan Majelis Syura bahwa PKS akan tetap di luar pemerintahan sampai akhir pemerintahan Jokowi,” ujarnya.

Baca Juga:  Firman Subagyo : Ada Kepentingan PKS dan PDIP Dalam Proses RUU MD3

Tanggapan mengenai isu yang saat ini sudah ramai diperbincangkan publik juga dilontarkan oleh Mardani Ali Sera. Saat ini menjabat sebagai Ketua DPP PKS Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan Hidup.

Mardani yang saat ini juga sedang menduduki kursi DPR sebagai Anggota DPR RI Komisi II menegaskan, bahwa menjadi oposisi lebih terhormat. Ia memang kerap kali menanggapi soal isu-isu politik yang berkaitan dengan PKS mewakili partainya.

“Menjadi oposisi lebih terhormat!

PKS punya mekanisme pengambilan keputusan yang demokratis. Segala keputusan yang keluar adalah hasil musyawarah bersama, bukan berdasar segelintir elit. Dan keputusan musyawarah sejauh ini adalah menjaga pemerintah sebagai oposisi,” katanya dalam instagram @mardanialisera. Dikutip hari ini, Senin (7/11).***

Tinggalkan Balasan

banner 728x90