HomeInternasionalAsia-Afrika-Pasifik

Taliban Kuasai Ibukota Kabul, Presiden Afghanistan Kabur Amerika Kelimpungan

Taliban Kuasai Ibukota Kabul, Presiden Afghanistan Kabur Amerika Kelimpungan

SUARADEWAN.com — Pemerintah Amerika kelimpungan merespon invasi Taliban ke Kabul, ibu kota Afghanistan. Di saat Taliban berhasil menguasai Kabul dan memaksa Presiden Afghanistan Ashraf Ghani untuk kabur ke Tajikistan, Amerika belum beres mengevakuasi personil-personilnya.

Kepala Dewan Tinggi untuk rekonsiliasi Afghanistan, Abdullah Abdullah membenarkan kepergian Ashraf ke Tajikistan.

“Mantan presiden Afghanistan telah meninggalkan negara itu,” kata Abdullah, dalam sebuah video di halaman Facebook-nya dikutip dari Aljazeera, Minggu, 15 Agustus 2021.

Kepergian Ghani ke Tajikistan menjadi sorotan pemberitaan karena dilakukan saat proses negosiasi pemindahan kekuasaan secara damai. Hal ini lantaran pejuang Taliban sudah mengepung Kabul. Gerilyawan Taliban juga sudah menguasai 26 dari 34 ibu kota provinsi di Afghanistan dalam waktu hanya kurang dari dua pekan.

Sementara itu, seorang petinggi Taliban menyampaikan kepada Reuters bahwa pihaknya mengecek laporan tentang kepergian Ghani dari negara tersebut.

Sementara itu, dikutip dari CNN, Amerika tidak menyangka Kabul akan jatuh begitu cepat ke ke Taliban. Mereka mengira akan memakan waktu berbulan-bulan untuk hal tersebut terwujud. Sekarang, penarikan pasukan belum beres, Taliban sudah di hadapan mata. Apa yang terjadi malah Amerika harus mengirim lagi pasukan militernya ke Afghanistan untuk membantu evakuasi.

Baca Juga:  Taliban Hanya Akan Izinkan Perempuan Afghanistan Bersekolah dengan Syarat Ini

Target awal Amerika, penarikan 2500-3000 personil militer dari Afghanistan akan berakhir Agustus ini. Sekarang, Amerika melakukan sebaliknya, menugaskan 6000 personil militer ke Afghanistan.

“Faktanya adalah ternyata kekuatan militer di Afghanistan tak cukup kuat untuk bertahan. Dan apa yang terjadi sekarang lebih cepat dari perkiraan kami,” ujar Menteri Luar Negeri Amerikan, Antony Blinken, Ahad, 15 Agustus 2021.

Situasinya sekarang jadi rumit bagi Presiden Joe Biden. Ia yang mendesak personil Militer Amerika ditarik sesegera mungkin dari Afghanistan. Ia menyakini bahwa Afghanistan sudah cukup kuat untuk melindungi dirinya sendiri dari Taliban. Ia ternyata salah dan sekarang harus mengambil keputusan.

Hal itu diperburuk tekanan dari Kongres Amerika. Mereka mendesak adanya sesi pemberian keterangan soal kenapa Amerika bisa salah perhitungan begitu parah. Mereka juga menginginkan adanya rencana jelas penarikan warga Amerika di Afghanistan.

“Kalian bilang kalian sudah merencanakan ini semua. Tidak ada yang merencanakan untuk gagal. Dampak dari situasi ini akan panjang bagi Amerika, tak hanya Afghanistan,” ujar Ketua Minoritas Parlemen Amerika, Kevin McCarthy, saat meminta keterangan Menteri Pertahanan Lloyd Austin dan Panglima Militer Jenderal Mark Milley.

Per berita ini ditulis, Presiden Amerika Joe Biden belum memberikan keterangan apapun soal jatuhnya Kabul ke Taliban. Terakhir kali memberikan pernyataan, Biden hanya menyetujui pengiriman pasukan ke Afghanitan untuk membantu evakuasi pada Sabtu kemarin.

Baca Juga:  Tolak Pengungsi Afghanistan, Erdogan Minta Negara Barat Tanggung Jawab

Menurut laporan CNN, ia sudah mendapat briefing soal situasi di Afghanistan dari tim Keamanan Nasional. Hal itu yang akan menentukan respon ia ke depannya. Beberapa sumber di Gedung Putih menyatakan tak ingin situasi di Afghanistan menjadi “Badai Katrina-nya” Joe Biden. Dalam kasus Katrina, pemerintah lamban mengambil keputusan. (tem)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0