Tanggapi Aksi Bom Bunuh Diri, Fahri Hamzah: Agama Adalah Jalan Tengah

SUARADEWAN.com – Aksi bom bunuh yang terjadi di Bandung ramai diperbincangkan. Banyak kutukan dan kritikan dilontarkan kepada pelaku. Mantan DPR RI Fahri Hamzah turut mengomentari peristiwa tersebut.

Menurut Hamzah, agama bisa menjadi jalan tengah bagi pikiran ekstrim. Dia mengajak kita untuk introspeksi, barangkali masih ada yang terbangkit ekstremisme.

“Tindakan ekstrim itu selalu bermula dari pikiran yang ekstrim, sementara agama adalah jalan moderat alias jalan tengah. Mari kita periksa pikiran kita jangan sampai kita terjebak ekstrimisme yang akan merugikan diri sendiri dan orang lain,” tulis Fahri di instagram @fahrihamzah, Kamis (8/12/22).

“Dan yang paling jelek dari orang yang pikiran dan tindakannya ekstrim adalah bahwa umumnya mereka gampang dipakai dan digunakan oleh orang lain untuk suatu kepentingan yang mereka sendiri tidak paham. Karena itu hindarilah pikiran dan tindakan ekstrim,” ujarnya.

Wakil Ketua Umum Partai Gelora itu menjelaskan bahwa mendeklarasikan perang tidak diboleh dilakukan oleh individu, karena tersebut adalah keputusan negara.

“Dalam perang, konsekuensinya hanya membunuh atau dibunuh. Tetapi dalam hukum, pernyataan perang tidak boleh dilakukan oleh satu orang karena ia adalah keputusan negara atau pada masa negara belum lahir, perang adalah jalan mereka yang ingin membebaskan negerinya dari penjajahan,” paparnya.

Fahri merasa prihatin atas peristiwa tersebut, karena terorisme adalah ajaran yang berbahaya. Dia khawatir, jika hal ini sampai dimanfaatkan oleh intelijen asing.

“Terorisme kita sebut kejahatan sebab mengumumkan perang atas nama apa pun, dalam negara damai. Kita sangat prihatin apabila ini merupakan ajaran yang masih ada sebagai bahaya. Tapi lebih prihatin lagi jika serangan ini berakar pada operasi intelijen negara lain. Waspadalah negeriku!” imbau Fahri.

Harapan Fahri, kasus ini dapat diungkap motifnya. Dia berharap terorisme di Indonesia segara bisa diakhiri.

“Saya berharap kali ini kita ungkap motif dan cakupan kejahatan terorisme di Bandung ini. Terorisme di Indonesia harus bisa diakhiri dan harus jadi agenda para pemimpin yang akan datang. Semoga ini adalah aksi teror terakhir. Bersatulah bangsaku. Waspadalah!” pungkasnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90