Tanggapi Kritik Dubes AS, Cholil Nafis: HAM di Indonesia Berdasarkan Pancasila

SUARADEWAN.com – Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwah Majelis Ulama Indonesia Pusat KH. Cholil Nafis menanggapi kritikan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Sung Yong Kim, soal larangan kumpul kebo yang sudah diatur di KUHP.

Sebelumnya, Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Sung Yong Kim, mengkritik salah satu pasal di Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Indonesia yang melarang kumpul kebo. Kim beramsumsi, aturan yang terjadi di ranah rumah tangga antara orang dewasa itu bisa saja berdampak negatif pada iklim investasi di Indonesia.

“Kami tetap khawatir bahwa pasal-pasal moralitas yang mencoba mengatur apa yang terjadi dalam rumah antara orang dewasa yang suka sama suka dapat berdampak negatif terhadap iklim investasi di Indonesia,” kata Kim dalam forum US-Indonesia Investment Summit, Selasa (6/12/2022).

Menanggapi pernyataan tersebut, Cholil Nafis menilai, itu merupakan intervensi kedaulatan dari asing kepada  Indonesia. Karena menurutnya, nilai Pancasila tidak bisa diukur dengan nilai yang ada di Amerika.

Tidak hanya itu, Cholil Nafis menyampaikan, bahwa bahaya kumpul kebo dan LGBT melampaui bahaya soal investasi.

“Ini sudah intervensi dari asing atas kedaulatan norma Indonesia. Nilai Pancasila sebagai dasar negara jangan diukur dengan nilai yang ada di amrik. Bahaya moral kumpul kebo dan LGBT bagi kami lebih bahaya dari soal investasi karena kami menyakini Ketuhanan Yang Maha Esa,” ujar Cholil Nafis.

Dia percaya, Indonesia tidak akan kelaparan hanya karena menegakkan moral bangsa. Sekalipun hal itu tidak disukai Amerika. Apalagi Indonesia dikenal dengan kekayaan alamnya.

Cholil menegaskan bahwa masih banyak investasi lain,  yang lebih terhormat dan tidak mencederai moral. Makanya, kata dia,  Indonesia tidak perlu takut tidak makan.

“Insya Allah Indonesia tak akan kelaparan dan bangkrut karena menegakkan moral bangsa tapi akan hancur kalau melegalkan kumpul kebo dan LGBT. Jangan takut tak makan karena menegakkan moral apalagi takut kehilangan inveatasi. Karena investasi selain yang berhubungan dengan kumpul kebo masih banyak. Indonesia alamnya kaya dan banyak sektor lainnya yang lebih baik dan lebih bermoral,” pesannya.

Ham di Indonesia bagi Cholil berbeda dengan HAM di Amerika: Di Republik ini HAM berdasarkan Pancasila dan tidak mengalahkan moral bangsa dan agama.

“Jagalah investasi negaramu sendiri sebelum kau mikirkan investasi negara orang lain. HAM di Indonesia berdasarkan pancasila bukan HAM yang mengalahkan moral bangsa dan nilai-nilai agama,” pungkasnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90