Taufik Basari Terima Usul Aliansi Reformasi KUHP Ubah Delik Penghinaan jadi Delik Fitnah

Jakarta, SUARADEWAN.com – Aliansi reformasi KUHP usulkan ubah delik penghinaan jadi delik fitnah. Hal ini mereka sampaikan di depan Anggota Komisi III DPR RI Taufik Basari.

Pendapat tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat Umum Komisi III DPR RI dengan Aliansi Reformasi KUHP yang digelar di Ruang Rapat Komisi III, Gedung Nusantara II DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (14/11).

Tanpa resistensi,usulan tersebut mendaptkan dukungan positif dari Taufik Basari.  Taufik Basari menyambut baik berbagai masukan Aliansi Reformasi KUHP mengenai penyempurnaan terhadap rumusan-rumusan pasal pidana yang berpotensi menjadi pasal karet di dalam RKUHP.

Taufik mengatakan bahwa mengubah rumusan ‘delik penghinaan’ menjadi ‘delik fitnah’ adalah sebagai langkah pembatasan untuk dirumuskan dalam pasal penghinaan terhadap lembaga negara dan kekuasaan umum.

Baca Juga:  Setya Novanto Maksimalkan Persiapan DPR Sambut Raja Salman

“Kesempatan bagi kita untuk merumuskan pasal-pasal didalam RKUHP ini untuk lebih ketat lagi. Sehingga kita akan menghasilkan sebuah rumusan-rumusan yang bisa menjamin tetap tegaknya demokrasi di negeri kita,” ungkpa Taufik.

Taufik juga menambahkan bahwa dengan mengubah nomenklatur penghinaan rumusan delik penghinaan menjadi delik fitnah adalah jalan tengah yang sangat baik.” ujar Taufik.

Oleh karena itu, sambung Politisi Fraksi Partai NasDem itu, jikapun pasal penghinaan terhadap harkat dan martabat Presiden nantinya tetap masuk dengan rumusan yang berbeda dengan Pasal 134 KUHP yang dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK) dalam putusan Nomor 013-022/PUU-IV/2006, maka Taufik menegaskan setidaknya pasal tersebut dapat diberikan batasan-batasan supaya tidak benar-benar serupa seperti Pasal 134 yang telah dibatalkan oleh MK itu.

Baca Juga:  DPR Bentuk Panja RUU Jabatan Hakim

“Saya mengucapkan terimakasih dari teman-teman aliansi reformasi KUHP yang telah menyampaikan masukannya. Mayoritas diantaranya masukan-masukan ini adalah masukan-masukan yang sangat substantif yang menurut saya patut untuk kemudian kita jadikan bahan ketika nanti kita membahas bersama-sama dengan Pemerintah pada tanggal 21 November yang akan datang,” tutupnya,sebagaimana dilaporkan dalam situs resmi DPR-RI. ***

Tinggalkan Balasan

banner 728x90