HomeKorupsi

Terdakwa Korupsi Aset BUMD Jatim Dituntut 5 Tahun Penjara

Terdakwa Korupsi Aset BUMD Jatim Dituntut 5 Tahun Penjara

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Terdakwa kasus korupsi pelepasan aset Badan Usaha Milik Daerah (BUMN) Provinsi Jawa Timur, PT Wanca Wira Usaha, Wisnu Wardhana dituntut jaksa 5 (lima) tahun kurangan penjara. Ia juga didenda Rp 750 juta subsider 6 (enam) bulan penjara.

Menurut jaksa, Wisnu terbukti telah melakukan korupsi secara bersama-sama.

“Menyatakan terdakwa Wisnu Wardhana secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama,” ujar Trimo saat membacakan tuntutannya selaku jaksa dalam persidangan  di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Jawa Timur, Jumat (24/3/2017).

Di samping itu, mantan kepala biro aset dan ketua pelepasan aset PT Panca itu juga diminta membayar uang pengganti Rp 2,7 miliar.

Baca Juga:  Kinerja Keuangan BUMN Konstruksi Menurun, Dahlan Iskan: Sulit atau Sulit Sekali

“Jika tidak dibayar satu bulan sesudah putusan pengadilan, harta bendanya disita dan apabila tidak punya harta benda, diganti dengan penjara dua tahun enam bulan,” terang jaksa kembali.

Atas tindakan Wisnu tersebut, ia pun dituntut dengan Pasal 2 ayat 1 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Hal yang juga memberatkan Wisnu, lanjut Trimo, karena perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintahan dalam pemberantasan korupsi. Selain itu, Wisnu juga tidak mengakui perbuatannya tersebut dan terkesan berbelit-belit. Ditambah lagi ia tidak menyesali perbuatannya sendiri.

Baca Juga:  Eks Menteri BUMN, Dahlan Iskan: 30 Perusahaan BUMN Sudah Mati dan Belum Dikuburkan

Karena tuntutan tersebut, pengacara Wisnu, Dading P. Hasta, mengutarakan keberatannya. Wisnu, menurut pengacaranya, akan mengajukan nota pembelaan.

Majelis hakim sendiri sudah memberikan waktu sepekan untuk mengajukan nota pembelaan tersebut.

“Jika dalam sepekan tidak mengajukan, kami anggap tidak mengajukan pembelaan,” tandas hakim ketua, Tahsin.

Seperti diketahui, Wisnu Wardhana ditetapkan sebagai tersangka bersama Dahlan Iskan yang saat itu menjabat sebagai Direktur Utama PT Panca. Persidangan mengungkap bahwa pelepasan aset di tahun 2003 itu tidak melalui proses lelang. Dan menurut hitungan dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan, negara dirugikan sebesar Rp 11 miliar. (ms)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: