HomeDaerahNusa Tenggara

Tes DNA Kasus Dugaan Pelecehan Anak Di Bawah Umur Terkendala PPKM Level 4

Tes DNA Kasus Dugaan Pelecehan Anak Di Bawah Umur Terkendala PPKM Level 4Korban DT masih bersekolah di SMU 1 Lobalain Kabupaten Rote Ndao

ROTE NDAO, SUARADEWAN.com — Penyidik Polres Rote Ndao, serius menangani Laporan Korban Kasus Pencabulan dari tahun 2020 lalu. Korban yang masih di bawah umur sudah melahirkan anak yang diduga hasil pencabulan tersebut.

Korban berinisial DT yang masih bersekolah di SMU 1 Lobalain Kabupaten Rote Ndao, sementara pelaku LN warga Desa Lekunik Kecamatan Lobalaian.

Akan tetapi pihak Polres Rote Ndao mengkonfirmasi jika proses harus terhenti sementara karena terkendala Penerapan PPKM Level 4 di wilayah Bali.

Berita terkait: Korban Sudah Melahirkan, Namun Laporan Kasus Pencabulan Tahun 2020 di Polres Rote Ndao Mandek

Baca Juga:  Video: Kejahatan Jenis Baru, 'Tuyul' Curi Uang Nasabah di ATM

“Penyidik sudah siap akan berangkat untuk tes DNA di Bali, dikarenakan saat ini situasi dan kondisi masih belum memungkinkan karena masih adanya penerapan PPKM level 4 yang berimbas dibatasinya kegiatan perjalanan dan saat ini masih adanya pembatasan kedatangan dari luar Bali, oleh karena itu maka persiapan tes masih ditunda dan hal ini sudah disampaikan kepada pihak keluarga korban untuk bersabar sampai waktu memungkinkan,” jelas Kepala Sub Bagian Humas Polres Rote Ndao Aiptu Anam Nurcahyo saat dihubunggi media ini, Rabu (4/8/2021).

Sebelumnya diberitakan, Komisioner Komnas HAM M Choirul Anam (8/7/2021) lalu mengatakan pihaknya turut prihatin atas korban, dan semoga segera mendapat perlindungan dan pemulihan, baik psikologi, nama baik, maupun jaminan sosial.

Baca Juga:  Polres Rote Ndao Gencar Gelar Patroli Penertiban PPKM Darurat

Komnas HAM berharap kasus ini harus diproses hukum sesuai dengan perbuatannya. Kepolisian tidak bisa melakukan alternatif penyelesaian lain, selain proses hukum dan penekan hukumnya secara maksimal dan berkeadilan. Dan dimensi proses hukumnya juga harus menghindahkan perlindungan korban, termasuk pemulihan psikologis.

“Prinsip kepentingan terbaik bagi anak dalam penegakan hukum jadi dasar kepolisian untuk penegakan hukum,” tegas Anam Singkat. (Dance Henukh)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0