Tetap Rendah Hati, Rusmadi Cagub Kaltim Cium Tangan Mantan Atasannya

SAMARINDA, SUARADEWAN.com — Rusmadi Wongso Calon Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Nomor urut 4 berkesempatan hadir pada pada acara Pembukaan Wilayah (Konferwil) IX Nahdhatul Ulama yang digelar di Pondok Pesantren Al Mujahidin Jalan KH Harun Nafsi, Samarinda Seberang, Jumat (6/4/2018). Sedangkan Disaat yang bersamaan Cawagub Safaruddin blusukan di Pasar Teritip Balikpapan.

Ada yang menarik dari sosok Rusmadi Wongso, Calon Gubernur Kaltim  yang juga adalah mantan Sekda Prov. Kaltim ketika menghadiri kegiatan tersebut, Dia tetap  menunjukkan sikap rendah hati, mencium tangan mantan atasannya Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak.

“Tidak ada yang berubah dengan Pak Rusmadi ya. Beliau tetap sama seperti waktu jadi Sekda provinsi. Kalau ketemu Pak Awang, ya cium tangan begitu,” ucap seorang staf yang mengawal Gubernur Awang Faroek Ishak, (6/4).

Baca Juga:  Sachrul - Oskar Sentil Pembangunan RSU Pratama di Desa Sumber Rejo

Adegan cium tangan tersebut terekam dan disaksikan seluruh undangan. Dengan sikap penuh hormat, Rusmadi datang menghampiri dan membungkuk sambil mencium tangan yang disambung cium pipi kanan dan pipi kiri.

Ini merupakan bentuk kerendah hatian dari seorang Rusmadi, karena dalam beberapa kali wawancara dengan Wartawan dia mengakui kalau Pak Awang Faroek Ishak sangat dihormatinya dan sudah dianggap seperti orangtuanya sendiri. Dia juga menilai Awang sebagai guru yang baik dan telah banyak membimbingnya mengenal birokrasi dan politik anggaran selama dipercaya menjadi Kepala Bappeda dan Sekdaprov.

Rusmadi hadir memenuhi undangan panitia Konferwil IX NU yang menghadirkan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, Ketua DPRD Kaltim H. Syahrun, Ketua NU Kaltim KH Muhammad Rasyid. Konferwil merupakan konferensi para alim ulama yang dimaksudkan untuk evaluasi dan menyusun program kerja NU Kaltim setiap lima tahun.

Baca Juga:  Ombudsman Didesak Cabut Izin Tambang Tenjo Maju Sukabumi

Dalam kesempatan ini, Awang memberi harapan siapapun yang akan menjadi Gubernur Kaltim 2018-2023, kemakmuran masyarakat Kaltim tetap berlanjut dan berkesinambungan.

“Daya saing provinsi Kaltim nomor tiga di Indonesia. Itu karena berdasarkan sumber daya alamnya. Tapi, ke depan, sumber daya manusia di Kaltim harus berkualitas,” kata Awang.

Awang menjelaskan NU selama ini terus mendukung program-program pemerintah. Dan, NU selalu datang dengan damai dengan tidak memberangus budaya lokal. (AW)

Tinggalkan Balasan

banner 728x90