HomeHankam

Tidak Ada Kriminalisasi, Penangkapan Al-Khathath Sudah Sesuai SOP

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono.

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Penangkapan Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al-Khathath oleh Polisi beberapa waktu lalu, telah memunculkan beragam pendapat di tengah masyarakat.

Al-Khathath ditangkap atas tuduhan makar pada Kamis (29/3) malam lalu di kamar nomor 123 Hotel Kempinski, Bundaran HI, Jakarta Pusat. Dia ditangkap bersama empat orang lainnya di tempat terpisah.

Ada kalangan yang menilai bahwa, penangkapan Sekjen FUI itu merupakan bentuk kriminalisasi terhadap tokoh Islam yang dilakukan oleh Polri. Apalagi penangkapan itu dilakukan menjelang pelaksanaan aksi 313, yang menuntut agar calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok, dihukum penjara karena telah menjadi terdakwa dalam kasus penistaan agama.

“Ada apa dengan polisi. Jangan sampai polisi dituduh dan dicurigai memihak salah satu calon Gubernur Jakarta dan hanya karena ada pihak tertentu yang mendemo calon gubernur tersebut. polisi seperti kebakaran jenggot saja langsung main tangkap dengan tuduhan makar,” kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, Jumat (31/3).

Namun hal itu dibantah oleh Polri. Polri menegaskan bahwa penangkapan Al-Khathath itu sudah sesuai dengan prosedur dan tidak ada unsur kriminalisasi ulama. Adapun mengenai kenapa penangkapannya baru dilakukan menjelang pelaksanaan aksi 313 yang akan dikomandoi oleh Al-Khathath, menurut Polisi itu karena laporannya baru saja masuk.

“Kita profesional saja. Penyidik tentu sudah sesuai prosedur dalam penangkapan ini. Kenapa hari ini ditangkap, karena laporannya barusan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono, Jumat (31/3).

Argo menjelaskan, penangkapan tokoh FUI beserta 4 orang lainnya itu karena pihaknya mendapat laporan bahwa mereka akan melakukan aksi makar. Namun Argo belum mau menjelaskan lebih jauh mengenai makar seperti apa yang dimaksud. Dia hanya menegaskan kalau makar kali ini berbeda dengan yang sebelumnya.

“Mereka ditangkap atas dugaan permufakatan makar, tapi berbeda dengan yang sebelumnya,” katanya.

Sementara itu, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto menambahkan, bahwa Polisi sudah menemukan cukup bukti yang menegaskan kalau mereka memang merencanakan aksi makar.

“Telah ditemukan bukti yang cukup tentang adanya pemufakatan makar,” tukas Rikwanto.

Jenderal bintang satu ini menegaskan, bahwa penangkapan itu tidak ada kaitannya dengan aksi 313. Sebab, Polisi  memiliki strategi sendiri mengenai kapan dan dalam situasi serta kondisi seperti apa penangkapan akan dilakukan.

“Penangkapan ini tidak ada hubungan dengan demonstrasi 313. Dalam penangkapan terduga, penyidik punya strategi sendiri dalam suasana apa, hari apa, jam berapa, itu dilakukan,” tegas Rikwanto. (ZA)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: