Tidak Cukup 43 Tahun Berkuasa, Presiden Ini Kembali Terpilih Dengan Suara Mutlak

Presiden Guinea Ekuatorial, Teodoro Obiang Nguema Mbasogo (80)

SUARADEWAN.com — Presiden Guinea Ekuatorial, Teodoro Obiang Nguema Mbasogo (80) kembali terpilih sebagai Presiden setelah 43 tahun berkuasa, Mbasogo meraih hampir 95 persen suara dalam pemilu demokratis.

Kekuasaan Presiden Mbasogo di negara Afrika tengah yang kaya minyak itu sangat kuat. Sejumlah anggota keluarganya menduduki jabatan penting di pemerintahan.

Dia merebut kekuasaan pada 1979 setelah kudeta militer dan selamat dari sejumlah upaya kudeta.

Setelah merebut kekuasaan dari pendahulunya yang juga pamannya, Francisco Macias Nguema, Mbasogo melakukan sejumlah reformasi tapi mempertahankan kendali mutlak atas negara.

Presiden Guinea Ekuatorial, Teodoro Obiang Nguema Mbasogo (80) bersama Obama

Dikutip dari BBC, Minggu (27/11), Mbasogo meraih hampir 95 persen suara, seperti yang diumumkan pejabat pemilihan umum enam hari setelah pemungutan suara. Dalam Pemilu tersebut Beberapa tokoh oposisi juga mencalonkan diri, tapi tidak ada yang diperkirakan menang.

Oposisi politik nyaris tidak ditoleransi dan sangat terhambat oleh kurangnya kebebasan pers, karena semua media penyiaran dimiliki langsung oleh pemerintah atau dikendalikan oleh sekutunya.

Mbasogo sebelumnya membantah sejumlah tuduhan pelanggaran HAM dan kecurangan pemilu, dan masa jabatan periode keenamnya ini disebut bakal dimanfaatkan untuk membersihkan reputasi internasionalnya.

Negara yang dulunya bernama Guinea Spanyol ini mendapat kemerdekaan pada 1968 dan menjadi Republik Guinea Ekuatorial dan Francisco Macias Nguema sebagai presiden.

Kelompok HAM menyebut dua presiden negara ini, Francisco Macias Nguema dan Teodoro Obiang Nguema Mbasogo sebagai pelanggar HAM terburuk di Afrika. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90