HomeParlementariaDPRD

Tiga Bulan Tidak Terima Gaji, Wakil Ketua DPRD Sulut Ini Tetap Ikut Rapat Paripurna

Tiga Bulan Tidak Terima Gaji, Wakil Ketua DPRD Sulut Ini Tetap Ikut Rapat Paripurna

MANADO, SUARADEWAN.com — Kegiatan rutin Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), rupanya tidak mau ditinggalkan James Arthur Kojongian, ST.,MT, (JAK) meski sudah tiga bulan gajinya tidak dibayarkan.

Seperti yang terpantau, Senin (24/5/2021) dalam situasi menemani keluarga dalam keadaan sakit di Rumah Sakit, JAK masih tetap aktif mengikuti Rapat Paripurna.

Ketika diwawancarai media ini, JAK, politisi Partai Golkar Sulut ini mengatakan bahwa agenda resmi DPRD merupakan kewajiban dan sesuatu yang lumrah baginya untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

JAK menyebut kehadirannya dalam Rapat Paripurna tersebut sebagai pengejawantahan dari komitmennya terhadap aspirasi-aspirasi serta amanah rakyat yang dimandatkan pada dirinya.

JAK mengikuti Rapat Paripurna via zoom meeting (Foto Exposemedia)

“Sudah menjadi tugas dan tanggungjawab saya untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan di DPRD Sulut. Ya, selaku wakil rakyat saya harus patuh, serta disiplin dalam menjalankan apa yang menjadi aspirasi yang disampaikan masyarakat. Wujud saya di Parlemen (DPRD) Sulut tidak lain adalah karena menjalankan amanah yang diembankan masyarakat kepada saya,” ujar JAK yang Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulut ini.

Baca Juga:  Potret Kecantikan Michaela Elsiana Paruntu, Dokter yang Terseret Mobil Pergoki Suami Selingkuh

Legislator dari Daerah Pemilihan Minahasa Selatan (Minsel) – Minahasa Tenggara (Mitra) itu mengatakan bahwa Rapat Paripurna kali ini membahas terkait Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Prakarsa DPRD Sulut. JAK bertekad akan selalu mengawal kepentingan masyarakat melalui kerja-kerja legislasi, sekaligus penganggaran dan pengawasan pemerintah.

“Rapat Paripurna kali ini dalam rangka Penetapan 2 (dua) Buah Ranperda Usul Prakarsa DPRD Menjadi Prakarsa DPRD. Tentu tugas legislasi harus saya perkuat. Kedepan tantangan kita di daerah Sulawesi Utara ini memang makin bermunculan, sehingga semua itu perlu diatur atau dipotret untuk dapat kita antisipasi serta tata kelola dalam regulasi yang komprehensif dan tepat. Kerja berbarengan, memaksimalkan pengawasan serta perumusan anggaran juga akan saya maksimalkan. Semua itu kita lakukan untuk masyarakat tercinta,” kata JAK tegas.

Baca Juga:  Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado Ditutup

Sementara itu, terkat gaji JAK selaku wakil rakyat yang belum diberikan Sekretariat Dewan Provinsi Sulut menurut JAK menjadi pergumulan baginya. Walau begitu tidak menyurutkan semangatnya untuk bekerja mengabdi kepada masyarakat.

“Iya sudah lebih dari 3 bulan gaji saya ditahan Sekwan DPRD Sulut. Ini pergumulan yang luar biasa bagi saya dan keluarga. Sekarang lagi temani ayah, keluarga dalam keadaan sakit di Rumah Sakit. Gaji saya yang ditahan itu tidak menurunkan semangat saya untuk loyal bekerja kepada masyarakat,” tutur JAK. (*/exp)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0