Timnas Amerika Serikat Dukung LGBT di Piala Dunia Qatar 2022

SUARADEWAN.com – Di gelanggang Piala Dunia Qatar 2022, Timnas Amerika Serikat cukup berani menentang kebijakan yang sempat disuarakan Duta Piala Dunia Qatar Khalid Salman. Khalid Salman sebelumnya telah membuat pernyataan bahwa LGBTQ+, terutama homoseksual adalah salah satu gangguan jiwa.

Perkara LGBTQ+ memang tengah menjadi salah satu arus pemikiran dunia. Tetapi sikap dukung atau tak mendukung kaum tersebut telah membuat sedikit keributan di Piala Dunia Qatar 2022.

Jauh hari sebelum pekan ini digelar, beberapa kapten timnas dari negara-negara Barat sepakat untuk memberikan aspirasi mereka atas hak-hak kaum LGBTQ+ tersebut. Mereka bersepakat mengenakan headband One Love yang merupakan simbol dukungan terhadap kaum LGBTQ di Piala Dunia Qatar 2022.

Baca Juga:  72 Politisi Demokrat AS Minta Joe Biden tak Dukung Israel

Tetapi peraturan berkata lain. FIFA disebut-sebut akan mengeluarkan kartu kuning untuk setiap pemain yang memakai simbol LGBTQ+. Itulah sebabnya para pemain yang telah bersepakat mengurungkan niatnya tersebut.

Tidak urung, berbagai hujatan juga dituai karena melanggar kesepakatan. Salah satu pemain yang dikomentari negatif karena tidak jadi memakai ban One Love tersebut adalah Virgil van Dijk.

“Kami hanya ingin bermain sepak bola,” ucap van Dijk menghadapi cemoohan yang ditujukan padanya. Virgil van Dijk adalah Kapten Timnas Belanda.

Baca Juga:  Piala Dunia Qatar 2022: Kroasia Hajar Kanada 4-1

Pemain lain yang mengurungkan niatnya adalah Hary Kane, Kapten Timnas Inggris. Dan juga Gareth Bale, Kapten Timnas Wales.

Sementara Timnas AS cukup berani menentang ancaman. Mereka mengganti warna merah dari tujuh garis vertikal yang terdapat logo timnas dengan warna pelangi. Warna pelangi adalah simbol LGBTQ+.

Gregg Berhalter, Kepala pelatih timnas AS, mengatakan pihaknya ingin mendukung kesetaraan kaum LGBT. ***

Tinggalkan Balasan

banner 728x90