Sosmed  

Tips Membangun Ulang Rumah Tangga yang Berantakan ala KH. Abduh Wahab Ahmad

SUARADEWAN.com – Belakangan ini sering viral kasus-kasus yang berkaitan dengan persoalan rumah tangga, mulai dari KDRT, perceraian dan lain sebagainya.

Memang tak mudah menjaga dan merawat hubungan pernikahan agar tetap harmonis dan langgeng. Selalu ada badai menimpa yang dapat menggoyahkan, bahkan memisahkan ‘dua sejoli’ yang sudah terikat ikrar suci saat ijab kabul, jika masalah tersebut tidak cepat disikapi dan diatasi secepatnya dengan tepat dan bijak.

Ada tips menarik yang dipaparkan oleh KH. Abdul Wahab Ahmad, ia adalah Peneliti di Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur dan juga Pengurus Wilayah Lembaga Bahtsul Masail Nahdhatul Ulama (LBMNU) Jawa Timur. Tips ini menurutnya, sangat ampuh untuk mengatasi berbagai problematika rumah tangga.

“Ada banyak penyebab rumah tangga berantakan, sama seperti ada banyak penyebab tubuh menjadi sakit. Ketika tubuh sakit parah, kadang penyebabnya adalah kebutuhan mendasar yang diabaikan oleh penderita,” paparnya di akun facebook-nya Abdul Wahab Ahmad, Selasa (10/1/23).

Ia menganalogikan dengan orang yang organ tubuhnya rusak gara-gara terbiasa minum berbagai macam minuman enak lalu meninggalkan minum air putih dalam jumlah yang dibutuhkan; Ada juga yang sakit karena pola makan dan jenis makanan tidak dijaga; Ada pula yang hanya karena kurang istirahat dan kurang olahraga.

Solusi jangka panjangnya dalam persoalan kesehatan seperti analogi di atas, menurutnya, bukanlah obat, namun mengatasi penyebabnya, yang sebenarnya sederhana. Ketika penyebab mendasar dan sederhana itu diatasi, lanjutnya, biasanya organ yang rusak akan berangsur membaik seiring waktu.

“Rumah tangga juga demikian, kadang masalahnya menjadi begitu kompleks hingga pasangan suami istri di ambang perceraian. Tidak ada lagi kemistri, tidak ada lagi kecocokan, tidak bisa lagi seirama dalam menjalani hidup bersama, apalagi kemampuan untuk saling menambal kekurangan masing-masing,” ungkapnya.

“Lalu bagaimana cara membangun ulang hubungan yang sudah terserak? Orang-orang mungkin akan punya resep yang berbeda-beda, tapi saya punya resep yang ampuh untuk itu. Resepnya adalah shalat berjamaah,” sambung KH. Abdul Wahab.

Suami istri yang rumah tangganya kacau balau dan selalu bertengkar, kata dia, pasti melupakan hal sederhana ini (berjemaah). Mereka tidak pernah lagi shalat berjamaah sehingga hubungan menjadi renggang. Shalat berjamaah selain berfungsi sebagai ritual yang berpahala besar juga berfungsi sebagai perekat dan penyelaras ritme jiwa.

“Ketika si suami menjadi imam dan istrinya menjadi makmum, mereka akan ingat akan tanggung jawab dan perannya masing-masing serta bagaimana menyelaraskan gerakan bersama-sama,” paparnya lagi.

Selepas itu, ujar KH. Abdul Wahab, ketika si istri mencium tangan suami dan suami mencium kening si istri, rasa saling peduli akan kembali terbentuk. Bila shalat berjamaahnya di masjid, maka pulang perginya berdua dan itu momen yang sangat penting. Tidak peduli sebesar apa pun masalahnya, bila pasangan suami istri sudah mampu shalat berjamaah secara rutin setiap hari, maka nyaris semua masalah dapat diatasi bersama sebab ritme jiwanya sudah selaras.

“Mungkin ada yang bertanya, bila masalah percekcokan adalah soal ekonomi yang pas-pasan, apakah bisa selesai dengan shalat berjamaah? Jawabannya, tentu shalat berjamaah tidak serta merta menjadikan sepasang suami istri kaya mendadak, namun harus diingat bahwa ada jutaan pasangaan di dunia ini yang juga mengalami kesulitan ekonomi namun harmonis dan bahkan sangat bahagia sebab ritme jiwanya sudah klop sehingga punya komitmen untuk bekerja bersama dan saling melengkapi seumur hidup mereka. Masalah-masalah lain juga demikian, dalam rumah tangga persoalan utama bukan ada di luar tapi ada di dalam jiwa masing-masing pasangan yang tidak lagi seirama,” katanya.

Meskipun tidak mutlak, resep ini menurutnya sangat ampuh. Jangankan untuk sekala rumah tangga, untuk meredam konflik masyarakat sedesa bahkan sekota pun bisa. Sebab itu, Nabi Muhammad selalu menekankan untuk shalat berjamaah dengan meluruskan dan merapatkan barisan agar ritme jiwa umat tetap saling terikat dan seirama. Beliau pernah mewanti-wanti:

“Luruskanlah shaf-shaf kalian! Karena, Demi Allâh, kalian benar-benar harus meluruskan shaf-shaf kalian atau [kalau tidak] Allâh akan membuat perselisihan dalam hati kalian” (HR. Abu Daud)

“Ohya, ini resep bagi yang sudah menikah. Yang sedang pacaran haram hukumnya shalat berjamaah berdua atau berangkat ke masjid berduaan, apalagi pacaran di masjid. Silakan menikah kalau memang sudah cocok dan benar-benar cinta. Kalau belum mampu menikah maka silakan lamar dulu dengan terhormat dan jangan mengotori cinta dengan maksiat,” pungkasnya.

(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90