Tragedi Rumoh Geudong di Aceh Diakui Pelanggaran HAM Berat

Rumoh Geudong, tempat terjadinya penyiksaan terhadap warga Aceh semasa militer menumpas GAM. (Foto: Museum HAM Lorong Ingatan)

SUARADEWAN.com – Salah satu dari peristiwa pelanggaran HAM berat yang dilaporkan oleh Komnas HAM kepada Presiden Jokowi pada beberapa waktu lalu adalah tragedi Rumoh Geudong dan Pos Sattis di Aceh pada tahun 1989.

Rumoh Geudong terletak di Bilie Aron, Kecamatan Glumpang Tiga, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh. Yang dimaksud dengan Pos Sattis adalah pos pengawasan seperti Rumoh Geudong tersebut.

Tragedi Rumoh Geudong terjadi ketika Aceh berstatus Daerah Operasi Militer (DOM) selama 1989-1998.

Dalam tragedi tersebut, sebuah rumah tradisional di Aceh, militer melakukan pengawasan terhadap masyarakat setempat. Militer saat itu memburu anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Penggunaan Rumoh Geudong oleh militer tersebut tanpa sepengetahuan pemiliknya. Rumoh Geudong adalah milik hulubalang atau pemimpin masyarakat setempat saat itu.

Militer kerap melakukan kekerasan pada masyarakat setempat. Antara lain penyekapan, penyiksaan, pembunuhan dan pemerkosaan kepada orang-orang Aceh yang diduga anggota GAM.

Tanggal 7 Agustus 1998, Panglima TNI Wiranto mencabut status DOM dari Aceh. Dan 2 minggu setelahnya, Rumoh Geudong dibakar massa.

Pada tahun 2018, Komnas HAM melaksanakan penyelidikan atas kejadian-kejadian yang menimpa warga. Sebanyak 65 orang saksi dikumpulkan. Kesaksian mereka kemudian disimpulkan oleh Komnas HAM bahwa telah terjadi kejahatan terhadap kemanusiaan berupa perkosaan dan bentuk-bentuk kekerasan seksual lain yang sama dengan penyiksaan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90