HomeHukum dan HAM

Ulama atau Bukan, Kalau Bersalah, Hukum Tak Boleh Tebang Pilih

Ulama atau Bukan, Kalau Bersalah, Hukum Tak Boleh Tebang Pilih

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Ulama atau bukan, kalau bersalah, hukum tak boleh tebang pilih. Begitulah pandangan dari Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan dalam menanggapi sejumlah pernyataan miring dari pengacara dan pendukung Rizieq Shihab.

Kapolda menegaskan bahwa dalam upaya penegakan hukum, aparat kepolisian tak boleh tembang pilih. Pihaknya tidak akan membeda-bedakan siapapun, termasuk kepada Rizieq yang meski dikenal sebagai ulama sekalipun.

Equality before the law, semua sama di mata hukum. Apakah oknum ulama bersalah enggak boleh dihukum?” tegasnya, Kamis (8/6/2017).

Baca Juga:  Kasus Chat Mesum, Firza dan Kak Emma akan Diperiksa Besok

Memang, sejak Rizieq ditetapkan sebagai tersangka pelaku pornografi dengan Firza Husein, banyak kalangan, terutama pengacara dan pendukung Rizieq menilai bahwa itu merupakan bentuk kriminalisasi ulama.

“Tidak ada kriminalisasi ulama. Saya berdosa kalau kriminalisasi ulama,” tandas Iriawan.

Iriawan juga menerangkan bahwa sejumlah tokoh di Indonesia sudah menilai bahwa kasus yang sendang pihaknya selediki ini bukanlah merupakan kriminalisasi ullama. Bahwa kasus pornografi yang kini diproses itu merupakan bentuk langkah dari kepolisian dalam menegakkan hukum sesuai prinsip kesetaraan.

Baca Juga:  PDI Perjuangan Dituding PKI

“Pak Din Syamsudin sudah menyampaikan, beliau ini tokoh ya, Pak Wapres sudah menyampaikan, tak ada kriminalisasi. Kebetulan oknumnya ini ulama. Jadi bukan kriminalisasi, jangan, enggak boleh. Masih banyak ulama yang enggak ada masalah. Nah ini Rizieq masalah,” terangnya kembali. (ms)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: