HomeSkandalNarkoba

Ungkap Sindikat Narkoba Asal Belanda, Sang Pengendali Ternyata Seorang Napi Lapas Nusakambangan

Ungkap Sindikat Narkoba Asal Belanda, Sang Pengendali Ternyata Seorang Napi Lapas Nusakambangan

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Tim gabungan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri dengan Bea Cukai berhasil mengungkap kasus sindikat narkoba asal Belanda. Ditemukan, ada sebanyak 1,2 juta butir ekstasi dengan tersangka 3 (tiga) orang.

Menurut Kapolri Jenderal Tito Karnavian, pengungkapan ini berawal dari adanya informasi bahwa ada paket narkoba yang akan masuk melalui jalur tikus di Pantai Utara. Kemudian pada Jumat (21/7/2017), target pun langsung dibuntuti yang kala itu tiba di Gudang Jalan Raya Kalibaru RT 01/RW 01 Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Pakuhaji, Tangerang, Banten.

“Gudang tersebut digeledah dan ditemukan dua boks besar berisi ekstasi, dan menangkap tersangka Liu Kit Tjung alias Acung,” terang Kapolri dalam jumpar persnya bersama Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (1/8/2017).

Baca Juga:  DPR Apresiasi Pemerintah Dapat Opini WTP

Di dua boks besar tersebut, terang Tito, berisi 120 plastik pil ekstasi jenis minion warna-warni. Beratnya sekitar 2,2 kilogram per bungkus atau setara dengan 1,2 juta butir.

“Rencananya narkoba tersebut akan didistribusikan ke diskotik-diskotik dan bandar-bandar narkoba,” tambahnya.

Menurut keterangan yang didapat dari tersangka Acung, ternyata sindikat ini kendalikan oleh seorang napi di Lapas Nusakambangan bernama Aseng. Dan tersangka yang ditangkap berjumlah tiga orang, sementara satunya terpaksa ditembak mati karena berusaha melawan aparat.

Baca Juga:  Sri Mulyani, Menteri Keuangan Terbaik se-Asia

“Saat diminta menunjukkan lokasi penyimpanan ekstasi, Zulkarnaen (tersangka) malah melawan dan mencoba mengambil senjata petugas. Sehingga anggota melakukan tindakan tegas dan terukur yang menyebabkan tersangka meninggal dunia,” lanjut Tito.

Atas perbuatannya, para tersangka dikenai Pasal 114 Ayat 2 Jo Pasal 132 (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun dan denda minimal Rp1 miliar dan maksimal Rp10 miliar ditambah sepertiga.

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: