Wakili Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih dorong Kemdikbud Untuk Buat Skema Khusus Bantuan Penelitian

SENAYAN, SUARADEWAN.com – Wakili Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih dorong Kemdikbud untuk buat skema khusus bantuan penelitian. Hal tersbut ia sampaikan saat membacakan pandangan Komisi X DPR RI terkait aspirasi yang disampaikan oleh Perkumpulan Dosen Studi Lanjut S3 Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Wilayah Indonesia, di ruang rapat Komisi X DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (14/11).

“Selain itu Komisi X DPR mendorong Kemendikbudristek RI untuk memfasilitasi pertemuan pembahasan atas masukan dari perkumpulan dosen studi lanjut S3 dari perguruan tinggi negeri dan swasta diwilayah Indonesia,” ujar Wakil Ketua KOmisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih.

Adapun trincian dari bantuan tersbeut adalah, untuk membuat skema khusus bantuan penelitian disertasi dan dana publikasi ke jurnal bereputasi internasional yang menjadi persyaratan kelulusan, dan bantuan penyelesaian studi S3. Hal tersebut didasarkan atas aspirasi yang disampaikan oleh 121 orang yang tergabung dalam Dosen Studi Lanjut S3 Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Wilayah Indonesia.

Baca Juga:  Pemilu 2019 Jumlah Kursi DPR dan DPRD Tambah Banyak

Sementara itu, berdasarkan Permendikbudristek No: 27 Tahun 2022 tentang Pedoman Tugas Belajar PNS Kemendikbudristek RI pasal 2 poin c, terkait pemberian tugas belajar (Tubel). Tubel terkait juga dengan indicator kinerja utama (IKU) Perguruan Tinggi (PT), gelar Doktor menjadi persyaratan untuk kenaikan jenjang karir dosen, dan juga prasyarat untuk mendapatkan hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Oleh karenanya dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah ini, Komisi X DPR RI berharap pemerintah mempunyai kepedulian yang tinggi terhadap para dosen untuk menyelesaikan studi S3 hingga tuntas.

Baca Juga:  Ketua DPR RI Puan Maharani: Konstitusi Hukum Tertinggi Tangani Pandemi

Mereka berharap kehadiran pemerintah dalam mendukung keberlanjutan studi, agar setelah lulus para dosen dapat lebih meningkatkan kompetensi profesionalisme untuk mendidik generasi muda harapan bangsa di kampus tempat mengabdi.

Pasalnya, sebagaimana yang tertera dalam Undang-undang nomor 14 tahun 2015 tentang Guru dan Dosen bab 1 pasal 1 ayat 2 didefinisikan bahwa dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama transformasikan mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan teknologi dan seni melalui pendidikan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Hal itu menunjukkan bahwa dosen berperan menjadi ujung tombak dalam mendukung kebijakan pemerintah, terutama dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang berdaya saing seperti yang diamanatkan dalam pembukaan undang-undang dasar 1945 tersebut. ***

Tinggalkan Balasan

banner 728x90