oleh

Walikota Tangsel Lantik Kembali Puluhan Pejabat Eselon Dua dan Empat

TANGSEL, SUARADEWAN.com – Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany melantik puluhan pejabat Administrator serta Pengawas di lingkup Pemerintah Kota Tangsel, yang dilangsungkan di Aula lantai 4, Gedung Utama Pemerintah Kota Tangsel, pada Selasa malam (24/4/2018).

Pelantikan pejabat eselon dua dan empat tersebut, eselon dua diantaranya, Dpmp3akb Tangsel Khairati yang sebelumnya menjabat pelaksana tugas dan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Wahyunoto Lukman yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), serta dua Pejabat eselon dua yakni Kepala juga pejabat Pengawas eselon empat.

Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany, dalam sabutannya meminta agar seluruh pejabat yang dilantik sebagau pimpinan tinggi pratama, administrator serta pengawas harus menyesuaikan pola pikir dengan jabatan yang saat ini mereka emban.

Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany melantik puluhan pejabat eselon II & IV Pemkot Tangsel, 24/4

“Menjadi pimpinan di level atau tingkatan ini tentunya akan lebih membutuhkan sikap dan karakter kepemimpinan yang lebih kuat. Unit kerja yang bapak ibu pimpin saat ini lebih besar dari sebelumnya. Jumlah pegawai yang dipimpin akan lebih banyak tantangan serta tanggung jawab yang diemban akan semakin berat, kalau tidak diimbangi dengan karakter yang kuat maka akan menjadi kendala dan hambatan yang dihadapi,” ujarnya.

Baca Juga:  Maknai Kemerdekaan, Tokoh Tangsel Ini Titip Pesan Kepada Pemerintah

Menurut Airin, berhasil atau tidaknya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dipimpin dalam mencapai visi akan sepenuhnya tergantung kepada kepemimpinan para pimpinan.

“Tercapai atau tidaknya tujuan dan sasaran dari program dan kegiatan yang ada di OPD yang bapak ibu pimpin,sepenuhnya akan ada di tangan  bapak ibu, jadilah pemimpin atau pimpinan yang mampu memikul secara penuh tanggung jawab yang ada di OPD masing-masing,” paparnya.

Selain itu, Airin menegaskan bahwa, ada satu sikap yang harus dihindari oleh seorang pemimpin, yaitu ketika organisasinya berhasil meraih pencapaian, maka dia pemimpin merasa bahwa itu adalah prestasi, namun jika organisasinya gagal ia kemudian mengatakan bahwa kegagalan tersebut disebabkan oleh bawahannya.

Baca Juga:  10 Kepala Daerah Cantik Berprestasi, Pintar dan Memesona

“Saya meminta sikap seperti itu jangan dicontoh, berhasil atau tidaknya sepenuhnya tanggung jawab pemimpin. Sesuai dengan struktur birokrasi, saya bersama pak Wakil Walikota Benyamin Davnie merupakan pimpinan bapak ibu. Oleh karena itu kami memiliki kewenangan untuk memberikan perintah, melakukan evalusi serta menilai akuntabilitas bapak ibu sekalian,” tegasnya. (FN)

Komentar

Berita Lainnya