HomeDaerahJabodetabek

Warga Jakarta Sudah Bosan Dengan Isu SARA

Warga Jakarta Sudah Bosan Dengan Isu SARA

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Di beberapa tempat di DKI Jakarta muncul spanduk-spanduk yang bertuliskan “Warga Jakarta Sudah Bosan Dengan Isu Sara”. Sara yang dimaksud adalah singkatan dari “Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan”.

Belum diketahui siapa yang memasang spanduk-spanduk ini. Namun diduga kuat, pemasangan spanduk ini ada kaitannya dengan pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta.

Sebagaimana diketahui, sejak sebelum dimulainya Pilkada DKI Jakarta putaran pertama pada 15 Februari lalu, sudah muncul isu-isu berbau SARA yang menyingung salah satu calon Gubernur DKI Jakarta.

Hingga menjelang pemungutan suara putaran kedua pada 19 April mendatang pun, isu-isu SARA tersebut masih cukup sering terdengar. Diduga karena sudah bosan dengan manipulasi SARA ini, lalu ada pihak tertentu yang mengambil tindakan dengan memasang spanduk yang menyatakan sudah bosan dengan isu-isu seperti itu.

Spanduk Lainnya.

Spanduk-spanduk itu dipasang di tempat yang dinilai strategis, yakni di jembatan penyeberangan menuju Halte Transjakarta di Bank Indonesia, di Bundaran Hotel Indonesia, dan di Halte Plaza Slipi Jaya. Serta dipasang juga di jalan tol menuju arah Grogol dan pintu masuk menuju Terminal Blok M di Jalan Panglima Polim.

Menurut Ketua Umum DPP Pro Jokowi, Budi Arie Setiadi, pemasangan spanduk itu jelas menunjukkan kegelisahan sebagian besar warga DKI Jakarta atas merebaknya isu SARA dalam pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta, yang sejauh ini sudah terlalu banyak menguras energi masyarakat.

“Yang jelas itu adalah ekspresi kegelisahan mayoritas warga Jakarta yang menganggap isu SARA di Pilkada Jakarta sudah terlalu banyak menghabiskan energi bangsa,” kata Budi, Rabu (5/4).

Karena itu menurut Budi, permainan isu SARA semestinya tidak perlu dilakukan lagi, sebab saat ini warga DKI Jakarta sudah menjadi pemilih yang rasional. Biarlah masyarakat memilih sendiri pemimpin yang menurut mereka mau bekerja dan mewujudkan Jakarta yang lebih baik. (ZA)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: